Minggu, 13 September 2026

Fungsi dan Tanda dari Barang Mewah

Di Minggu sore, saya baru selesai membaca koran Kompas yang ada di kolom Percik berjudul Kaca Pembesar Milik Semua Orang, ditulis oleh Petty S Fatimah, praktisi komunikasi, terbit 13 September 2026. 

Ini bukan barang mewah, cuma biar ada foto aja.Yang menarik perhatian saya dari tulisan ini mengenai fenomena pejabat dan barang mewah yang melekat dan terdokumentasi oleh publik, berikut saya kutip  "Seabad lalu, jauh sebelum internet ditemukan, ekonom Thorstein Veblen sudah punya jawabannya. Dalam teorinya tentang conspicuous consumption, Veblen menjelaskan bahwa barang mewah dibeli tidak hanya untuk difungsikan, tapi juga untuk dipertontonkan."

Masih dari bacaan itu, jadi barang mewah yang dipakai, bukan hanya dipakai atau dibeli untuk fungsinya yang optimal, tapi ada nilai yang hendak ditunjukan ke publik sebagai tanda atau status sosial yang ingin disampaikan. Kini, masyarakat kita lebih cepat dan tertarik membaca tanda dibandingkan data. Sehingga hal seperti ini, di mana jika pejabat publik memakai tas, sepatu, atau jam yang mewah akan dengan mudahnya menjadi perbincangan di media sosial. Karena ketika tersemat kata "publik" bagi para pejabat, maka ada kontrak sosial yang harus dipanggul bagi dirinya dan keluarganya sehingga tidak memiliki keistimewaan untuk bebas dari sorotan media, seperti umumnya warga biasa jika menggunakan barang mewah. Ditambah lagi, bagi pejabat publik dengan barang mewah maka akan tergambar jarak sosial dan tentu akan masuk konteks beragam yang akan diberikan. Di akhir tulisan, diimbangi dengan solusi, jika barang premium dipakai dari buatan lokal yang tentu tidak mengurangi kemewahannya, maka masyarakat akan cenderung lebih memaafkan kemewahan karena setidaknya menyumbang uang untuk negeri sendiri sekaligus mempromosikan.

Yang dimaksud barang mewah contohnya Gucci, LV, Hermes, Chanel. Kalau foto itu bukan barang mewah, cuma pemanis aja. 

Saya titip buat baca ini, karena bagus dan ada solusinya. Kapan ya bisa nulis seperti itu, bagus, lugas, topik terkini, ada teori dan konteks saat ini, positif dan analitis, serta ada solusi. Keren banget Bu Petty.

YA

Minggu, 30 Agustus 2026

Menjadi Dewasa

Buat saya, 

dewasa itu berarti mampu menahan perkataan atau mampu untuk tidak merespon topik yang tak penting, ini satu hal

isu tak penting itu apa? apa saja yang tidak ada arti positif buat saya. ya bisa macam-macam. ini bukan tentang pekerjaan ya, tapi tentang sehari-hari

menahan itu berat ga? tidak sih, karena sesederhana kita selektif keluarkan energi hanya pada sesuatu yang menarik. padahal di otak ini berkecamuk beragam alternatif kalimat yang ingin diucap, tapi ya segera stop dan ditahan untuk tidak terucap atau bahkan sekedar untuk dipikirkan

sesuatu yang menarik itu berarti relatif ya? tentu saja

untuk bisa selektif apakah memerlukan kecerdasan emosional? sepertinya demikian

saya akui bahwa saya mudah teralihkan oleh sesuatu di depan mata. ini termasuk hingga saya lupa bahwa saya telah mengerjakan sesuatu yang sudah sangat lama dan panjang untuk membangun eksistensi, lalu hanya dengan sekilas kondisi dan kejadian yang tidak terencana telah terjadi, yang melamurkan kepercayaan diri

jadi, untuk tidak terkecoh dengan hal tidak penting itu, mestinya saya cukup menahan diri untuk tidak memulai

saya menyadari, kemungkinan isunya adalah karena saya sulit berkata tidak. saya cenderung menjadi people pleaser, meskipun saya sudah mencoba untuk tega pada beberapa kesempatan. karena menjadi orang yang selalu ingin menyenangkan orang itu memang ada baiknya dan tentu saja banyak juga mudaratnya 

stop membuat alasan untuk hal tidak penting ini. ayo move on!


hal kedua, menjadi dewasa itu tentulah mengerti arti damai itu adalah bahwa kita dapat menerima keadaan. menerima keadaan bahwa empati itu bukanlah selalu berkah, karena itu yang membuatmu akan terasa selalu ada yang menggelantung di pundakmu, semakin berat dan berat, hingga tak ada pilihan. sungguh bukan kenikmatan

namun, empati menjadi berkah ketika kita dapat menerimanya, dan semesta mendukung kita untuk dapat mengatur agar bandul-bandul bergelantung dan beradu itu meski berat tetapi dapat terus menghasilkan bunyian yang membentuk nada, dan lambat laun berirama indah

tak perlu cemas melihat indahnya taman tetangga, sirami saja dulu mawarmu yang tumbuh santai di balkon yang kian mengering, dan ingat saja dengan asokamu yang dengan setia terus berbunga. oh, alangkah baiknya hidup ini

Happy Birthday, my dearest and only brother!

YA




Kamis, 30 April 2026

Carpe Diem



Last year, I labeled it the most headache year, but also amusing cause I achieved the highest level of my education so far. 

Surprisingly, this year. The last 2 months were really very hard in my life. Several projects were requesting deliverables within a very short period, and they came in intensively and in large numbers.

My brain burned. But it burnt well. Because after all that hard work and after finishing it all one by one, I feel so relieved. 

No room for overthinking, as it just made my brain drain and sleep quality worse.

I try to make progress and set a small daily target so I can finish it in a day and rest peacefully at the end of the day.

The key is progress. Just do it all one by one and make progress every day. 

I am happy that I finally know the way to handle all this stress.

No pain, no gain.  YES

It did not necessarily mean rewards with lots of money. For me, it is about responsibility. How to manage your time to meet your workload. Did you get any direct reward from this hard work? Yes, I feel tougher, very satisfied that I could stay sane, and I gained experience. 

Just seize the day!

Carpe diem!


-YA-

Sabtu, 25 April 2026

Keep the faith

My dearest sister, 

Nothing is more hurtful than hearing you're feeling down and in pain 

You will be ok with us by your side

We are happy to take care of you

You make Mom's home feel warm

I truly want you to be happy

Please cheer up and keep the faith 

-YA-

Sabtu, 21 Februari 2026

ALS - Penyakit yang menyerang saraf motorik - stay healthy my sister!

Singkatan ALS, kepanjangannya bukan Antar Lintas Sumatra, untuk penyakit maka yang dimaksud adalah Amyotrophic Lateral Sclerosis atau dikenal dengan penyakit Lou Gehrig. Penyakit ini dikenal karena juga diidap oleh Stephen Hawkings dan baru-baru ini santer karena aktor Eric Dane juga dikabarkan meninggal setelah 1 tahun mengidap penyakit ini. 

Penyakit ALS ini menyerang sel saraf motorik atau fungsi saraf yang terus menurun secara bertahap dan berdampak pada otot-otot di tubuh jadi tidak mampu untuk begerak, sehingga lama kelamaan menjadi susah atau tidak dapat bejalan, berbicara, bahkan hingga menelan, dan seringkali jadi sulit bernapas.

Apa penyebabnya? kemungkinan 5-10% karena keturunan, bisa jadi karena gaya hidup (belum tau apa), dan penyakit autoimun. Sampai sekarang masih belum diketahui pasti apa sebabnya.

Siapa saja yang bisa kena? laki perempuan spesifik ga? katanya yang bisa kena penyakit ini itu, umur kisaran 40-70 tahun, punya kebiasaan merokok, atau punya keturunan ALS, perempuan atau laki bisa kena. Tapi tentu ini bicara secara umum, sebab Stephen Hawkins itu dibilang kena ALS sejak dia umur 21 dan mengalami penyakit ini sampai 40 tahun. Dia tetap bisa berkarya, bahkan menikah 2 kali, pada saat mengidap penyakit ini. Dan saya punya pengalaman waktu ikut pertemuan keluarga ALS di salah rumah sakit swasta di Jakarta, ada yang masih remaja pria sudah kena ALS (kira-kira 19 tahun) dan dikabarkan beberapa tahun kemudian, remaja ini berdamai selamanya dengan penyakit ini dan young forever, RIP. 

Jadi, penyakit ini tuh sungguh ga mengenal siapa target dan berapa lama perkembangannya, tiap orang itu beda-beda. Kalau asosiasi ALS internasional bilang umumnya penderita akan menyerah sekitar 3 tahun lamanya, tapi ya lagi itu, perkembangan penyakit ini untuk setiap penderita itu beda-beda. Ada yang cuma setahun, 3 tahun, 5 tahun, atau bahkan seperti Stephen itu sampai lebih dari 40 tahun.

Apakah penderita ALS itu merasakan nyeri atau rasa sakit di badannya? Nah, ajaibnya penyakit ini tuh ga ada gejala perih, pegel, atau nyeri yang dirasa, tau-tau otot lemah dan ga bisa digerakin. Bikin kesel kan kalau ga sabaran. Karena otaknya ingin nyuruh badan kita bergerak, atau bahkan bicara, tapi gegara ALS ini jadi tidak mampu. Nyeri lebih karena penyakit lainnya. Disini yang merawat mesti juga berpikiran terbuka untuk memberi pemahaman untuk sabar dan menerima buat yang lagi sakit.

Apakah bisa sembuh? saya kutip saja ya ini dari halodoc.com“Hingga saat ini belum ada pengobatan Amyotrophic Lateral Sclerosis yang dapat menyembuhkannya hingga tuntas. Perawatan biasanya hanya sebatas mengelola gejala atau memperlambat perkembangan penyakit.”

Di tulisan ini, saya hanya ingin berbagi, barangkali menjadi manfaat bagi yang merasa pas dengan topik ini.

Kakak perempuan saya menderita ALS, tepatnya kapan saya kurang paham. Saya sharing dari apa yang saya amati saja. 

Pada tahun 2019, kakak saat itu berusia 43 tahun, memilik suami dan 2 anak. Dia awalnya merasa pergelangan tangan kanannya terasa lemah, dan tidak bisa menggenggam dengan baik, misal pegang kertas yang coba dijepitkan antara jari telunjuk dan jempol, ini tidak bisa terjadi, a.k.a lepas dari jemari, apalagi barang berat lainnya. Dan sesuatu dirasa tidak normal, karena untuk makan harus dibantu tangan kiri. Puncaknya adalah saat dia sedang olahraga pagi, saat sedang berlari muter lapangan di komplek rumah, tetiba dia jatuh pingsan. Kemudian diperiksa ke dokter UGD, lalu terus ke dokter lain untuk memastikan dan mendapat second opinion, jadilah sampai di bawa ke dokter bedah saraf dan dikatakan adanya temuan syaraf kejepit di leher sehingga dioperasi. Pingsan ini mungkin tidak ada hubungannya dengan penyakit ALS, saya saya kurang paham, tapi dokter bedah syaraf menemukan saraf kejepit itu. Setelah dioperasi, ada perubahan sedikit, maksudnya ga pingsan mendadak lagi, karena memang ada penyakit itu, namun ternyata kemudian hari pergelangan tangan yang lemah menjalar ke lengan yang menjadi lunglai. Lalu di rumah sakit yang sama, dikonsulkan ke dokter saraf yang kemudian mendiagnosa bahwa kaka saya juga mengalami penyakit ALS sebagai penyakit yang utama. 

Tahun 2020-2021, mulai covid dan kakak saya sudah pada fase sebagai orang yang berkebutuhan khusus dengan kursi roda dan harus dibantu orang lain untuk dapat beraktivitas. Kaka saya sudah sulit berjalan, tangan kanan sudah mulai lumpuh. tangan kiri pun demikian. Masih dapat duduk dengan baik, ke kamar mandi bisa sendiri dengan dibantu dengan tongkat kaki empat, tapi harus diawasi, tentu tidak bisa melakukan aktivitas di kamar mandi sendiri. Sepatu khusus (ankle foot orthosis) sudah dibelikan agar tidak lunglai dan menjadi lurus kaku. Asupan makanan sudah mulai yang lembut. Kaka saya mulai sulit menelan yang kasar dan terlalu kuat rasanya. Makan sudah tidak bisa makan sendiri dan harus disuapin. Bicara sudah mulai sulit. Saat tidur, sudah tidak dapat menggerakkan badannya, sehingga harus dibantu oleh suami, anaknya, atau Ibu saya. Di fase covid kedua, kaka saya ketularan keluarganya. Beruntung rumah sakit Siloam Mampang menerima pasien covid dan dengan baik menangani kaka saya yang berkebutuhan khusus ini hingga sembuh covidnya dan boleh kembali ke rumah. Selanjutnya, kaka saya sudah harus ditemani apapun keadannya, karena saaat sedang duduk saja bisa sewaktu-waktu miring dan jatuh. Dan disaat tiduran di kamar, jika gatal atau panas, maka harus dibantu orang lain untuk memberikan kenyamanan. Tapi ingatan dan otak kaka saya berfungsi sangat baik, bahkan cermat mengamati dan mendengar sekitar, yang sulit adalah menyampaikan isi kepalanya, karena sudah sulit berkomunikasi. 

Apa yang dilakukan untuk menjaga massa otot: ada latihan menggerakkan lengan-lengan tangan, karena pasti pegal kan. Sebenarnya kalau rajin ikut perkumpulan keluarga ALS, ada pelatihan yang bisa diberikan ke penderita ALS, misalnya pernapasan, dan otot-otot lengan, cuma waktu itu kami belum telaten mengikuti ini. Seringpula di tahun ini dibawa oleh suaminya untuk coba terapi tradisional, entah apalah dicoba, misal pijit-pijit atau pasang alat kayak penghangat di tubuh supaya merasa lebih baik.

Tahun 2022, ini sudah tidak bisa berdiri, hanya bisa duduk, leher masih tegak dengan baik. Makan masih bisa mi yang dilembutkan atau makan cake keju bittersweat atau bolu holland bakery yang dilembutkan, juice alpukat adalah favoritnya. Komunikasi tetap diupayakan dengan cara pakai hp untuk mengarahkan huruf, atau kalau saya suka mengeja, misal a, b, c dan seterusnya sampai huruf yang tepat, barulah berenti dan ke huruf berikutnya. Sabar saja, karena kakak masih seutuhnya kaka saya yang manis dan sayang keluarga.

Tahun 2023-2024, sudah waktunya mendapat perhatian penuh, kaka saya pindah ke rumah Ibu dan disediakan caregiver fulltime yaitu kaka pertama saya sendiri, cowok, yang dengan iklas merawat adiknya itu, saya adalah sibungsu. Ibu menemani karena memang butuh caregiver yang kuat karena kaka saya dengan ALS harus diangkat dari kursi roda ke kasur atau jika hendak ke kamar mandi. Kakak saya dengan ALS menjadi ini, sudah mulai tidak mampu berdiri, telapak kakipun mulai kaku. Duduk masih dengan baik dengan leher sudah mulai lemah, sehingga harus ditopang. Tidurnya harus ber AC, agar ruangan dingin, kalau hanya pakai kipas tanpa AC maka bisa mudah sekali berkeringat.

Tahun 2025, makanan sudah harus disaring, karena tidak bisa lagi menelan sesuatu yang kasar. Leher menjadi jauh lebih lemah, sudah harus diganjal sana sini saat duduk. Mandi masih dapat ke kamar mandi. Namun, puncaknya di akhir tahun 2025 ini, kaka saya terserang batuk sehingga tidak dapat makan seharian, karena kalau makan menjadi muntah. Akibatnya badannya panas. Keesokan harinya dibawa UGD, terlihat leukosit tinggi dan ada gangguan pencernaan. Lalu pulang. Dan beberapa hari kemudian, barulah dirawat di RS selama kurang lebih seminggu sehingga asupan nutrisi terjamin. Namun, dokter bilang untuk asupan nutrisi sudah tidak bisa lagi melalui mulut seperti biasa dengan ditelan, sekarang sudah harus menggunakan Nasogastrik Tube (NGT) atau selang makanan lewat hidung, ada yang kenal namanya sonde. Dokter gizi memberikan resep makanan bernutrisi untuk diolah selama seminggu yang dapat dimodifikasi, semuanya dengan cara direbus dan disaring, lalu disuntikkan melalui selang di hidung itu. Selang ini diganti setiap bulan dengan memanggil perawat ke rumah, jadi tidak harus ke rumah sakit.

Agenda makannya adalah:
- Jam 6 pagi, makan pagi
- Jam 9 pagi susu
- Jam 12 siang, makan siang
- Jam 3 sore, susu
- Jam 6 sore, makan malam
- Jam 9 malam, susu

Saat pulang dari rumah sakit, kaka saya sudah tidak mampu duduk. Sehingga harus terbaring. Untuk kenyamananya, kami menyediakan tempat tidur khusus di rumah, seperti di rumah sakit supaya bisa diatur posisi duduk dan tidur, dan kasur cubitus yang balon itu lho, jadi permukaan badan belakangnya tetap dapat oksigen yang bersirkulasi baik karena boboan melulu. Jadinya mandi di-elap-elap, dan keramas sebulan sekali oleh sodara di rumah pakai bak pelan-pelan. Kami manfaatkan keluarga yang memiliki waktu untuk merawat kaka saya di rumah, bergantian. Karena kaka saya butuh yang dapat intensif menjaga 24 jam. 

Sejak dari RS ini, kaka saya harus berada dalam ruangan berAC yang lebih dingin lagi karena tubuhnya merasa gerah terus. Mungkin saraf di tubuhnya tidak mampu lagi mengenal rasa dingin yang cukup, kita amati saat kaka saya di ruangan yang dingin sekali (seringkali) plus kipas angin tapi tetap tidak mau pakai selimut tebal, hanya kain pantai untuk menutupi kaki, padahal setting suhu AC 18 dengan kapasitas 1,5 PK untuk ruangan dengan luas sekitar 20-25 m2, jadi yang kedinginan Ibu dan tante om saya.. karena dingin di ruangan menyebar serumah Ibu saya yang mungil itu.. haha.. di rumah jadinya kalau sore mulai pada pakai jaket dan sweater. 

Apa yang perlu disediakan di rumah:
  • Tabung oksigen 6m3, dan spignometer. Sering-sering cek saturasi darah saat keadaan terlihat drop. Pernah suatu waktu kaka saya saturasi oksigennya cepat sekali turun sampai 60, saya panik sekali hanya punya yang 2m3 cepat habis dalam sekejap, sampai harus ketok pintu tetangga untuk pinjem tabung oksigen yang masih isi. Jadinya untuk cadangan, saya beli yang besar (6 m2) itu sebanyak 2 tabung. Karena pernah pas drop sekali itu, 1 tabung besar hanya bisa 9 jam, jadi 1 tabung lagi untuk cadangan kalau malam habis, karena pesan oksigen itu bisanya jam kerja. Oh iya, dalam keadaan seperti ini (saat saturasi turun), buat dia tetap terjaga sampai oksigennya terhirup benar dan saturasi normal. Karena saat dia tidur, tubuhnya tidak mampu menghirup oksigen dengan baik sehingga akan makin drop dan bisa menyebabkan kehilangan nyawa.
  • Alat nebulizer. Yang paling resah adalah saat kaka saya sesak napas karena batuk berasa banyak lendir di dada. Kalau lagi batuk, dampaknya banyak seperti mudah mengeces (mengeluarkan liur dari mulut dalam jumlah banyak dan sering) dan yang kasian adalah sering tergigit bibir atau lidahnya sampai berdarah karena sudah tidak mampu mengatur refleks batuk ini. Jadi saat mulai sesak bisa pakai nebu di rumah dengan obat anjuran dari dokter.
  • Obat pencahar, microlax. Karena sudah kurang lancar pencernaannya, sehingga obat ini sangat membantu melegakan pencernaannya.
  • Ditemani 24 jam. Makanya perlu caregiver 24 jam. Caregiver ini bisa keluarga sendiri atau perawat. Biasanya kami panggil perawat kalau memang caregiver dari keluarga ada keperluan lain sehingga tidak bisa menjaga. Kelebihannya dengan suster perawat, biasanya mereka lebih telaten dan detail dalam menjaganya. Caregiver perawat ini ada yang latar belakang bidan atau memang mestinya keperawatan. Bedanya yang latar belakang keperawatan akan lebih paham medis seperti bisa pasangin selang makan itu. Khusus untuk kaka saya, perlu yang kuat menggendong atau mengangkat misal saat menggantikan popok, dan tentuya harus sabar dan penuh kasih sayang. Jadi memang perlu seleksi.
  • Perhatian dan kehangatan kasih sayang penuh dari keluarga.

Hingga kini, alhamdulillah kakak saya dalam keadaan sehat. Menurut versi saya ya. Nutrisi terasup lancar, bisa bobo nyenyak, meski tetap sama seperti dahulu yaitu setiap 2 jam sekali akan minta yang jaga untuk mengatur posisi badannya agar lebih nyaman, ini terjadi sepanjang hari. 

Kita selalu bercerita dan sharing apapun, kalau mau ngobrol ya pelan-pelan. Jangan pernah menganggap remeh kaka saya saat bicara, karena dia selalu mendengar dan paham serta memiliki pikiran normal. Alhamdulllah di rumah penuh kasih sayang sehingga kakak saya terlihat nyaman. Harapan kami adalah mencurahkan kasih sayang sebisa yang kami lakukan, kami ingin kaka saya selalu merasa nyaman dan bahagia dengan dinamika ini karena kami ingin selalu pastikan bahwa blood runs deeper than anything, kami akan selalu memberikan yang terbaik untuk kestabilan dan kebahagiaannya. Love you always, my sister :)

Sabtu, 03 Januari 2026

Tahun Baru - 2026

Tahun sudah berganti 
Seperti lewat begitu saja, rasanya..
Padahal, mestinya tidak begitu cepat juga.. karena..

Tahun lalu begitu riuh.. 
kamu salto, jungkir balik, berjibaku dengan studimu.. 
sambil serius belajar menari..
sementara itu batin ini bergulat dengan peliknya kejutan di pekerjaanmu yang menegasi kerja kerasmu..

Mengapa terdengar seperti sekomplek kesusahan.. 
ah nampaknya itu hanyalah prasangka.. 

Arti dari perang melawan malas dan ketidakpedulian adalah berbuah cepatnya studi diselesaikan dan medapat nilai tinggi serta menjadi lulusan terbaik

Arti dari berpegal ria dan ngotot menari di tengah otak tegang itu karena ternyata hepi sehingga iklas, berbuah kepercayaan mendapat kesempatan menari di acara yang tidak pernah terpikirkan bahkan hingga kini

Arti dari keras kepala memprioritas studi, bukan untuk mengorbankan pekerjaan, melainkan untuk memetik hasil di waktu yang tepat dan ternyata datangnya dari orang baik yang mengenal potensi dan kebisaanmu serta memberi kesempatan itu. Sungguh anugerah. Kusadari, tekun saja ternyata belum cukup. Kita harus terus berkembang.

Bersyukur dikelilingi keluarga, sahabat, kolega, teman, kenalan yang semuanya baik. Ini adalah modal utama.

Tahun ini tentu harus tetap optimis dan 
semangat meningkatkan kualitas

Tak perlu terlalu hingar
tetap tenang, merunduk bak padi, dan terus belajar banyak hal

Jaga kesehatan itu nomor satu
familia apalagi, dan
menari.. ga boleh ketinggalan.. hehe

Semangat!

YA 

Selasa, 07 Oktober 2025

Sayangku

Kamu yang terbaring, 

pasrah pada penyakit yang ngeselin itu

Kuingin kau tau

hatiku selalu ada kamu

meski hanya harapan yang bisa ada di kepalaku

yaitu hasrat tuk bisa menjagamu, menemanimu


Aku melihat kekuatan 

melalui tatapan itu yang sesekali kita berpapasan

pasti kamu berusaha tersenyum


Kemarin dokter bilang, motorik syaraf di tenggorokanmu melemah

jadi akan sulit buatmu menelan

sonde menjadi bagian dari tubuhmu kini

tenang saja.. meski begitu, kamu tetap terlihat manis:)


Aku ingin kamu sembuh, sehat seperti sedia kala

aku ingin kita bisa jalan bareng

aku akan belikan apa aja yang kamu mau

aku akan antar kemana aja kamu mau

aku akan ceritakan apa aja yang kamu belum dengar

aku ingin membuatmu kembali tertawa

sehingga menebarkan aura ketulusan hatimu


oh.. aku sayang sekali padamu


Lekas sembuh dan sehat lagi ya Kakaku sayang


Love

YA





Jumat, 03 Oktober 2025

It's been a while

Time is passing so fast

Now, I am back .. busy again

It's hard to describe what just happened

I am just moving on

Taking all the good opportunities to get experience in a challenging way 

There is nothing to regret

because all of it is blessed

YA



Sabtu, 13 September 2025

Untuk diriku sendiri

The proudest moment of my student life so far.


Terima kasih buat Suami, Ibu, Alm Ayah, Mama, Papa, Kakak-kakak dan Adik-adik, Tante-Om, Ponakan dan Sabahat-sahabat tersayang. Alhamdulillah.




Kamis, 19 Juni 2025

Menari - Bangga - Bahagia 😇

Saya sungguh berlimpah berkah dan sangat beruntung

Tak disangka seorang yang terhormat menunjuk saya untuk menjadi bagian tim menari Bedhaya Catur Sagotro

Tarian bersahaja, patriotik, dengan nuansa kombinasi beberapa warna.

Bersama para penari, yang saya tidak pernah terpikir atau bahkan berani bermimpi, bisa menari bersama.

Bersama para penari profesional, guru-guru penari, penari senior dengan pengalaman yang tak terhingga, saya mendapat kesempatan untuk dapat menari bersama mereka. Ya ampun.. sungguh saya bejo tiada tara.

Kebanggaan yang mampu saya urai:

  • saya dipilih langsung oleh seseorang yang humble nan dihormati.
  • saya diberi kesempatan dan kepercayaan menari tarian yang sangat keren.
  • kesempatan dan pengalaman menari bersama para guru-guru tari dan profesional yang luar biasa.
  • kesempatan menari bersama gamelan dari sanggar budaya ternama Catur Sagotro Nusantara
  • kesempatan dan pengalaman belajar dari para penari canggih
  • kesempatan menari di acara artis negri ini, anaknya Ahmad Dhani
  • kesempatan menari di JCC Senayan, Kamis, 19 Juni 2025
  • kesempatan menikmati suasana yang tak ternilai ini



Alhamdulillah, atas berkah ini. Terima kasih buat sanggar menari saya yang sudah memberi ruang buat saya menarikan tarian ini di tahun lalu, dan terima kasih untuk teman baik yang senantiasa menularkan semangat dan menciptakan kesempatan ini. 

Saya berupaya tampil maksimal dengan berupaya sebaik mungkin. Sungguh saya menikmati prosesnya. Senang sekali membuat keluarga ikut bangga atas pencapaian ini. 

Ayah pasti bangga di sana😇😇

tabik 

-YA-

Senin, 09 Juni 2025

Lulus! Alhamdulillah 😍

Enam hari sejak momen puncak itu 
kini saya bingung hendak mengisi apa
harusnya sih bisa saya ceritakan momen penuh kebahagiaan itu dengan detail 
pencapaian saya sungguh luar biasa (self claim gapapa ya, hehe..)
dihadiri oleh keluarga tercinta, sahabat dan teman tersayang, serta kolega yang penuh perhatian
saya tak menyangka begitu banyak dukungan yang saya terima
dari orang-orang yang menyayangi saya dan saya sayangi
semua berjalan dengan khidmat
sedikit tergesa, tapi sesuai rencana
ada cobaan, tapi tak berarti, semesta sungguh memberkati perjuangan saya
suami dan keluarga saya bahagia dan terlihat bangga, membuat saya semakin bahagia
alhamdulillah
summa cum laude
predikat ini menyandang kelulusan saya
sungguh tidak pernah terpikir kalau ini nyata
ternyata saya canggih juga😊

segitu dulu aja ya

-YA-



Senin, 02 Juni 2025

Menuju Puncak

Besok adalah momen besar karena pencapaian pribadi yang saya upayakan dengan keras, disiplin, dan rasa tanggung jawab, serta penuh pengorbanan. Kalau dilihat lagi kebelakangan, hasil ini didapat dari keputusan meletakkan prioritas. Sedangkan, yang bukan menjadi prioritas utama, itu adalah yang dikorbankan.

Saya prioritaskan menyelesaikan pendidikan ini, sehingga waktu bersama keluarga Ibu, keluarga mertua, dan bersama saudara, serta teman menjadi tidak diutamakan. Selain itu, prioritas pekerjaanpun dikesampingkan. Bukan karena menolak rejeki, tetapi saya paham bahwa pendidikan adalah investasi yang paling abadi, terutama terkait cara berpikir dan pengalaman intelektual, rohani, serta kestabilan mental. Kata orang, mumpung ada kesempatan dan kemampuannya. Kesempatan disela pekerjaan yang masih luwes dari sisi waktu, dana yang kebetulan masih cukup, serta kesehatan dan daya kritis yang kebetulan masih membara.

Modal utama adalah kemauan, dan tentu material sangat penting. Mari kita nikmati masa ini, yang hiruk pikuknya sudah menuju memuncak. 

Terima kasih atas segala rasa dan pengalaman ini.

-YA-


Kamis, 08 Mei 2025

Tersenyumlah seperti Mona Lisa

Ternyata, kalau tidak senyum

aku nampak awful

so awful

sepertinya, wajah ini hendak membagi kesusahan 

dan kasih tau dunia kalau otak ini lagi semrawut

padahal tidak begitu

aku ingin terlihat positif

meskipun isi kepalanya gado-gado

setidaknya bisa terhibur sedikit

sewaktu melihat wajah sendiri, di depan cermin

:)


-YA_

Selasa, 29 April 2025

Perangkai Buruk

Saya berperangai buruk 
so judging
negative thought
low motivation

dan membenci semua orang
apakah ini membuang waktu?
tidak tahu

hari ini, saya berperangai buruk

-YA-

Senin, 06 Januari 2025

Generasi Roti Lapis?!

Di kamus ada istilah breadwinner yang artinya anggota keluarga yang pendapatannya sebagai sumber utama untuk mendukung kebutuhan keluarga. Jaman dahulu biasanya suami, kini bisa saja istri, atau anak. Anak yang kemudian jadi dewasa dan punya pendapatan sendiri, kemudian menikah bahkan mungkin punya anak sehingga perlu menghidupi keluarga sendiri. Namun, anak dewasa ini ada tuntunan untuk merawat orangtua dan atau saudaranya, sementara pendapatannya juga untuk mencukupi kebutuhan hidupnya maka tanggung jawabnya menjadi berlapis, disebut generasi roti lapis atau sandwich. Pada dasarnya sih anak dewasa ini ya adalah breadwinner dengan beberapa lapis tanggung jawab. Lapis atas adalah tanggung jawab merawat orangtua dan/atau saudara, lapis tengah untuk dirinya, dan lapis bawah untuk kebutuhan anaknya baik kandung atau anak asuhnya. 

Generasi sandwich jumlahnya 71juta di sini! Banyak juga ya, termasuk gen -x, gen-y, dan gen-z. Tapi, saat ini media concern dengan gen-z karena mereka baru masuk dunia kerja yang dianggap belum stabil keuangannya, tetapi harus memenuhi kebutuhan orangtuanya, jadi terjerat pinjaman instant. 

Hmm.. yang sekarang jadi gen-x dan gen-y ya juga begitu dulu. Baru dapat kerja, udah bayarin kebutuhan di rumah, mostly, it’s because of moral beliefs, but to be exact, it’s more of a moral obligation. Ini tuh pilihan, bukan kewajiban! so.. salut luar biasa buat kamu yang memutuskan jadi tulang punggung keluarga. 

Cumaaa.. bedanya, gen-x dan gen-y itu dulu ga perlu afirmasi untuk diterima di masyarakat. Ga tergoda ke cafe, ga ada godaan live sale, ga kenal fomo, dan ga kenal pinjol. Just hemat in any way, adalah kuntji! 

Dipikir-pikir.. kalau dilihat dari umur, gen-x bisa juga penyebab jadi beban buat gen-z. Kasian amat. 

But, don’t worry, you’re not the most miserable person on the planet. You’re not alone!


ini burger, roti lapis bentuk bulat.. hehe..

Kalau kamu termasuk dalam golongan ini, atau naga-naganya kamu adalah calon atau berpotensi jadi golongan ini (baca: generasi sandwich), basic target hidup adalah you must be financially independent! Ya iyalah, gimana mau bayarin ortu kalau hari-hari masih minta, belum lagi kita juga ingin bantu adik atau sodara. Maka.. Ga perlu pusing ga pake baju gaul, cukup modal beberapa baju, lalu pinter matchingin baju. Cuek ajalah bajunya itu-itu aja, yang penting bisa sisihin uang untuk keperluan rumah, dan nabung!

Lalu, waktu berlalu.. cepat.. tak terasa.. kamu pun menua. Dan, yeay.. kita punya tabungan. Ini belum ngomongin, dana darurat, investasi, dan lain-lain kebutuhan yang menjulang tinggi itu. Just, start with manage your money wisely, be sincere, and keep productive! 

If someday, somehow, you finally achieve financial freedom, you’ve conquered the world! amen.

-YA-

Minggu, 02 Juni 2024

Belajar Menari dengan Legowo

Saya sedang belajar menari.

Dengan belajar menari, saya dapat merasakan bahagia, menikmati raga yang sehat, dan rupanya satu hal lagi yang saya pahami adalah pengalaman untuk belajar berserah diri saat menari di panggung bersama teman-teman penari. Pengalaman tersebut dialami dengan proses yang saya nikmati. 

Gerak "sembahan silo" Bedahaya Duradasih, Penari "Arkamaya Sukma", 26 Mei 2024, Surakarta, foto Cokhy
Gerak "sembahan silo" Bedahaya Duradasih, Penari "Arkamaya Sukma", 26 Mei 2024, Surakarta, foto Cokhy

Saya belajar menari dengan melatih iklas, menata pikiran dan hati, serta membuka diri agar lapang dada dengan jalan melawan hawa nafsu dengan menekannya perlahan-lahan. Nafsu amarah, nafsu terhadap kesenangan yang berlebihan, nafsu terhadap keinginan yang tak ada habisnya. Proses menahan hawa nafsu yang tak perlu dilakukan serba tergesa, cukup perlahan dengan menakar dari kemampuan saya sendiri dengan tujuan yang terbaik. Saya belajar ini dari semangat yang sama yang saya peroleh dari kempel itu.  

Saya beruntung mendapat komunitas yang memiliki kekuatan yang sama untuk ingin terus belajar meningkatkan kualitas gerak, ingin bersama-sama lekat dan lebur, ingin bersama-sama menghargai dan tenggang rasa. 

Dengan belajar menari, saya diajarkan untuk legowo atau berserah diri dengan apapun yang terjadi setelah sebelumnya berupaya kuat dengan ikhtiar dan menyerahkan segalanya pada semesta. Legowo merupakan bentuk doa dan kontemplasi, adalah suatu hal yang membuat saya menemukan kedamaian.  

Salam budaya,

-YA-

Belajar Menari dengan Kempel

Saya ingin mengurai di sini tentang kempel dalam menari. Tentu tulisan ini maksudnya supaya saya bisa membaca kembali sesuatu yang menarik bagi saya, yaitu kempel.

Kempel adalah istilah dari bahasa Jawa yang kerap guru menari saya sampaikan dan semakin ke sini, semakin saya mulai paham akan pentingnya hal ini. Dari kamus bahasa Jawa, kempel ini ada 2 arti yaitu lekat-lekat, lengket atau tidak hancur/remuk; dan kumpul. 

Posisi "jengkeng" Bedhaya Durodasih, Penari "Arkamaya Sukma", 26 Mei 2024, Surakarta, foto Cokhy
Posisi "jengkeng" Bedhaya Durodasih, Penari "Arkamaya Sukma", 26 Mei 2024, Surakarta, foto Cokhy

Dalam menari sungguh ditekankan untuk dapat melakukan gerak tari yang sejalin dengan para penari lainnya. Maksudnya adalah agar saya tidak menari sendiri tanpa memperhatikan gerakan penari lainnya terutama yang terdekat dengan saya, misalnya rekan penari di sebelah saya atau di depan saya. Karena menari bersama grup artinya adalah satu gerak melekat satu sama lain yang berkumpul hingga aura gemulai indah akan dirasakan oleh yang menonton. Kempel menuntun saya untuk peka tidak hanya terhadap apa yang sedang saya lakukan, tetapi terhadap yang terjadi di sekitar saya untuk segera saya melebur dengan tarian yang dibentuk oleh grup. Dengan begitu maka saya diajarkan untuk menurunkan level ego atau ke-aku-an dan melatih tepa selira. Sungguh indah bukan,

Dengan kempel ini, saya diajarkan untuk dapat memilah kata dan waktu yang tepat jika ingin menyampaikan suatu hal terkait dengan kualitas gerak dengan sesama penari. Jika tak mampu mengetahui hal itu, maka diam adalah yang terbaik dan fokus pada terus mencari gerak dan belajar meningkatkan kualitas gerak tari diri sendiri yang tepat. Saya berupaya menyerahkan segala kritik dan saran dengan sesama penari kepada bu guru menari yang adalah paling sempurna untuk hal tersebut. Namun demikian, saya senang dan terbuka jika sesama rekan penari memberikan masukan atas tarian saya, karena sama-sama belajar menjadi memiliki empati yang biasanya sama dalam prosesnya. Saya berupaya siap membuka pikiran saya untuk belajar menerima masukan dan memperbaiki mutu menari.

Kempel ini membuat saya belajar akan nikmatnya solidaritas. Penari-penari yang berbeda latar belakang, motif menari, dan apa yang ada dalam isi kepala, tentu menjadi lebur saat ingin menghasilkan tarian yang indah. Saya suka suasana ini. Bu Guru selalu memberikan yang terbaik untuk melatih kami dengan segala cara dan metodenya. 

Dengan segala keterbatasan waktu, sisa energi, dan prioritas, serta stamina yang terbagi antara berkesenian dan kehidupan sehari-hari, saya dengan bangga dan bahagia bergabung dengan komunitas ini dan telah dididik oleh bu guru menari yang saya hormati. Saya dapat merasakan gairah dan semangat dari Bu Guru saya yang ingin menciptakan suatu karya yang apik dari kami (saya dan rekan penari) yang penuh keterbatasan ini. Bu Guru telah menularkan saya gairah itu, dan memberi  saya pengalaman untuk terus belajar kempel dan bersama-sama menari dengan bahagia. 

Ya.. saya bahagia. Terima kasih Bu Guru.

Salam kempel,

-YA-

Belajar Menari dengan Wirama

Saya sedang belajar menari. 

Dengan berlatih menari, saya belajar berkesenian. Suatu seni gerak yang menuntut fokus dan melatih kepekaan serta mengajarkan hikmah legowo (legawa atau berserah). Fokus terhadap hapalan gerak yang tepat dan runut, menitikberatkan detail kesesuaian antar anggota tubuh, duhai wajah dan tolehannya sambil menunjukkan ekspresi, bersamaan dengan jemari yang lincah mengikuti arahan sang pergelangan tangan, yang senantiasa seiring dengan langkah kaki atau sesekali hentakan kaki menebaskan samparan (kain panjang di ujung kaki) hingga nampaklah kekuatan gerak dan kain yang dikenakannya. Menari yang mengolah gerak tubuh ini, melatih fokus dan kepekaan terhadap alunan musik disepanjang prosesnya. 


Bedhaya Durodasih bersama Arkamaya Sukma, acara Nemlikuran (26 Mei 2024), SMKN 8 Surakarta, foto by @panglembara (IG)

Fokus yang memerlukan ketenangan berpikir dan mengenal nada. Saat ini saya merasa sediikiiit ada perkembangan dengan mulai mengenal irama dibandingkan 5-7 tahun lalu, meski demikian saya sekarang ya masih buta akan alunan indah nada dari musik gamelan saat saya menari. Sungguh proses yang masih sangat panjang untuk dapat memahaminya. Padahal gerakan yang sesuai dengan irama dari alunan gamelan adalah syarat penting untuk dapat menciptakan gerakan yang indah. Wirama kata guru saya. Saya akan terus berusaha mempelajarinya. 

Saya percaya semakin banyak berlatih dan terus belajar, maka akan menunjukkan hasil yang jauh lebih baik dan niscaya mendekati sempurna. Definisi menari sempurna buat saya adalah bukan seperti penari Keraton atau penari seni beneran atau penari profesional ya, tentu saya bukanlah apa-apa dan tidak akan mampu mencapai hal tersebut. 

Definisi menari yang baik buat saya adalah menari dengan indah dari segi gerak kepala, eskpresi wajah, gerakan tangan, jemari, kaki, mendak, dan tubuh yang benar, runutan hapalan gerak tari yang tepat, mengikuti alunan musik dengan benar, menjalin chemistry yang kuat secara emosi dan lekat gerakannya sesama penari, serta menikmati setiap gerakannya dengan pikiran yang tenang, fokus, dan merasakan tentram. 

Saya ingin menari dengan bahagia, dengan pancaran aura keindahan dan kedamaian yang tidak hanya dari saya, tetapi juga dirasakan dan ditunjukkan oleh sesama penari, dan tentunya dapat dinikmati bagi yang berkenan menyaksikan kami (saya dan teman-teman) menari. Sehingga, suatu hari nanti, tujuan melestarikan budaya dari hamba sebagai rakyat jelata ini dapat terwujud dengan konsisten.

Dengan itu, maka saya belajar menari. Salam budaya.

-YA-

Rabu, 27 Maret 2024

Pilihan dan Alamat Rezeki

Kata Satre begini: "We are our choices" artinya, apa yang menjadikan dan membentuk karakter, nilai atau keadaan kita saat ini adalah karena pilihan-pilihan yang kita tentukan dimasa sebelumnya. Hal ini, tentunya terlepas mengenai nilai yang diberikan orang lain kepada kita, karena kita tidak dapat mengatur apa yang orang pikirkan tentang kita. Kita hanya bisa mengatur: bagaimana kita menilai diri kita sendiri. 

Phewa Lake Pokhara, Nepal 

Hidup akan selalu berada pada zona di mana kita harus memilih. Membaca pilihan ini ya tergantung dari sudut pandang, pertimbangan logis, intuisi, dan keyakinan yang saat itu kita hadapi. Memang, seringkali ada faktor dari luar diri kita yang mempengaruhi keputusan kita, namun tetap ya itu adalah pilihan, apakah mempertimbangkan faktor luar tersebut atau kita mempertahankan kata hati. Kemudian keputusan untuk memilih salah satunya, adalah yang akan membentuk kita ke depannya. Setiap pilihan ada konsekuensinya, yang mungkin efeknya berbeda atau mungkin sama, yang kita tak pernah tahu mengenai apa rupanya masa depan. Kita cuma bisa prediksi berdasarkan apa yang kita pahami.

Pokhara, Nepal
Seringkali dalam membuat pilihan dan keputusannya, kita mengorbankan orang lain. Sesuatu yang membuat kita berada di posisi sulit dan akhirnya membentuk image kita. 

Saat sedang menghadapi pilihan antara memanfaatkan kesempatan untuk memperkaya diri dan pengalaman, atau mempertahankan reputasi dan memaksimalkan kualitas pada pengalaman yang lain, maka diri ini mempertanyakan nilai apa yang ingin saya bentuk? apa yang akan terjadi dengan keputusan yang saya ambil? apakah tak akan ada lagi kesempatan pekerjaan itu? apakah dengan pilihan saat ini, dapat menikmati hasil seperti yang saya harapkan di masa depan (yang saya sendiri masih ragu apa yang saya harapkan - lebih tepatnya kawatir jika mengharapkan sesuatu yang nantinya tidak terwujud - tipikal skeptis diri).

Seingat saya hingga saat ini, saya tidak pernah menolak kesempatan suatu pekerjaan, apapun bentuknya. Namun, entah kenapa kali ini kesempatan datang beberapa kali yang saya tak mampu untuk menanganinya dan muncul kekhawatiran, karena katanya kesempatan seringkali tak hadir dua kali. 

Namun, untuk menjaga reputasi, nampaknya keputusan menolak tawaran yang tersedia adalah menjadi sangat berat, dan sekaligus melegakan. Ini yang saya sebut sebagai integritas. Berat karena paham akan konsekuensi tak ada tambahan portfolio dan pendapatan serta kemungkinan tak akan datang kembalinya tawaran tersebut. Melegakan karena saya akhirnya memiliki alasan kuat yaitu mampu menahan godaan dan berusaha menjaga kualitas atau nilai pada diri sendiri (sesuai standar saya tentunya), sembari berupaya meyakini diri sendiri bahwa rezeki itu tak akan salah alamat. Ini keyakinan saya. Karena saya tahu, saya bukan pemalas, dan ini adalah modal kuat untuk menciptakan peluang mengalirnya nasib baik yang kita sebut sebagai "beruntung" atau "mujur". 

Lalu apa yang diharapkan akan dibentuk pada diri sendiri dari keputusan ini? Adalah sesuatu yang tak dapat dikuantifikasi, namun diharapkan mampu menjadi alasan kuat untuk menghibur kebingungan ini. 

Semoga..

-YA-

Sabtu, 21 Oktober 2023

No one

Annapolis Maryland Flowers
Annapolis's Flowers

For whatever the best you have done

At the end

You are just no one

-YA-

Fungsi dan Tanda dari Barang Mewah

Di Minggu sore, saya baru selesai membaca koran Kompas yang ada di kolom Percik berjudul Kaca Pembesar Milik Semua Orang, ditulis oleh Petty...