Buat saya,
dewasa itu berarti mampu menahan perkataan yang tidak perlu ada argumen dari isu yang tak penting, ini satu hal
isu tak penting itu apa? apa saja yang tidak ada arti positif buat saya. ya bisa macam-macam. ini bukan tentang pekerjaan ya, tapi tentang sehari-hari
menahan itu berat ga? tidak sih, karena sesederhana kita selektif keluarkan energi hanya pada sesuatu yang menarik. padahal di otak ini berkecamuk beragam alternatif kalimat yang ingin diucap, tapi ya segera stop dan ditahan untuk tidak terucap atau bahkan sekedar untuk dipikirkan
sesuatu yang menarik itu berarti relatif ya? tentu saja
untuk bisa selektif apakah memerlukan kecerdasan emosional? sepertinya demikian
saya akui bahwa saya mudah teralihkan oleh sesuatu di depan mata. ini termasuk hingga saya lupa bahwa saya telah mengerjakan sesuatu yang sudah sangat lama dan panjang untuk membangun eksistensi, lalu hanya dengan sekilas kondisi dan kejadian yang tidak terencana telah terjadi, yang melamurkan kepercayaan diri
jadi, untuk tidak terkecoh dengan hal tidak penting itu, mestinya saya cukup menahan diri untuk tidak memulai
saya menyadari, kemungkinan isunya adalah karena saya sulit berkata tidak. saya cenderung menjadi people pleaser, meskipun saya sudah mencoba untuk tega pada beberapa kesempatan. karena menjadi orang yang selalu ingin menyenangkan orang itu memang ada baiknya dan tentu saja banyak juga mudaratnya
stop membuat alasan untuk hal tidak penting ini. ayo move on!
hal kedua, menjadi dewasa itu tentulah mengerti arti damai itu adalah bahwa kita dapat menerima keadaan. menerima keadaan bahwa empati itu bukanlah selalu berkah, karena itu yang membuatmu akan terasa selalu ada yang menggelantung di pundakmu, semakin berat dan berat, hingga tak ada pilihan. sungguh bukan kenikmatan
namun, empati menjadi berkah ketika kita dapat menerimanya, dan semesta mendukung kita untuk dapat mengatur agar bandul-bandul bergelantung dan beradu itu meski berat tetapi dapat terus menghasilkan bunyian yang membentuk nada, dan lambat laun berirama indah
tak perlu cemas melihat indahnya taman tetangga, sirami saja dulu mawarmu yang tumbuh santai di balkon yang kian mengering, dan ingat saja dengan asokamu yang dengan setia terus berbunga. oh, alangkah baiknya hidup ini
Happy Birthday, my dearest and only brother!
YA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar