Selasa, 10 Juli 2018

Dengan Puisi, Aku

Pantai Carita
Dengan puisi aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
Berbatas cakrawala
Dengan puisi aku mengenang
Keabadian Yang Akan Datang
Dengan puisi aku menangis
Jarum waktu bila kejam mengiris
Dengan puisi aku mengutuk
Nafas zaman yang busuk
Dengan puisi aku berdoa
Perkenankanlah kiranya.

Taufiq Ismail

(Tirani dan benteng, Jakarta: Yayasan Ananda, 1993)

gentle and tender

..tulang makin terasa lemah, pelan-pelan merawatku.. dengan sabar kau ucapkan huruf demi huruf dan menuntunku memahami kata-katamu  semangat...