Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 September 2023

Keseleo - Jones Fracture

Saya terkilir atau bahasa browsingnya adalah keselo ringan malam ini.

Konyol memang karena ini kecelakaan tunggal, ulah sendiri.

Ini terjadi karena saya sedang berjalan kaki di atas pembatas jalan yang memang bukan trotoar buat pejalan laki, tingginya kira-kira 30cm. Berjalan sembari menikmati lorhun, sedikit terburu-buru hendak menyebrang dan agak kesal karena di sebelah kanan ada motor hendak melawan arus. Namun, telapak kaki kiri sudah mendarat di jalan aspal yang lebih rendah permukaannya dari trotoar tadi tanpa perhitungan. Tubuh saya kehilangan keseimbangan dan goyah. Kaki kanan tak mampu mengimbangi badan yang terhempas ke depan karena sakitluar biasa di pergelangan kaki kiri. Sehingga ambruk dan dengkul kaki kananpun berusaha menopang badan yang tersungkur.

Sekitar lima menit lamanya saya tak bergerak, dalam posisi kedua tangan di aspal menahan sakitnya kaki kiri dan badan ditopang oleh dengkul kanan. 

Tak ada yang membantu berdiri, padahal saya nantikan bantuan itu. Sempat merasa malu, tapi rasa sakit yang lebih kuat mengesampinkan pikiran malu. Satu orang mulai mendekati, sopir angkot yang agak jauh dari saya namun mencoba membantu, tapi kadung badan ini sudah mengumpulkan kekuatan untuk kemudian duduk di trotoar tadi yang membuat saya jatuh.

Rupanya masih sangat sakit kaki ini, tak mampu bangkit dan berjalan. Motor itu berisi 2 orang dewasa dan anak kecil, yang bikin kesal saya, tak bergerak sedikitpun untuk menolong saya. Padahal hanya berjarak 60cm dari saya, hanya melihat dan mencoba bersimpati tetapi tidak empati. 

Saya pikir apalah cuma begini, saya mencoba berjalan menyebrang, gerbang rumah sudah di depan mata. O...o.. rupanya tak mampu kaki kiri ini menapak kuat. Usai menyeberang dengan tertatih, saya diajak duduk oleh 2 abang ojek yang mencoba menghibur dan bahkan menawarkan untuk dipijit. Tentu saya menolak dipijit, bukan karena takut, tapi memang sedang sakit sekali kaki ini. 

Ketika hati merasa jauh terhibur dan menjadi kuat oleh keramahan abang ojek, saya melanjutkan berjalan kaki ke rumah dengan kekuatan kaki kanan yang menyeret kaki kiri agar bekerja sama membopong tubuh ini hingga ke rumah.

4 jam telah berlalu dan kaki kiri sudah bengkak, mulai merasa pegal.

Keseleo ringan seperti ini. Ya ampun. Gimana keseleo berat. Fiuhh..

Pelajaran hari ini!

  • "Tak ada yang dapat menolongmu, selain dirimu sendiri". Maksudnya, ketika musibah terjadi, tetaplah berupaya keras kembali bangkit. Jangan menunggu pertolongan datang. Jikapun ada pertolongan, maka anggap saja sebagai bonus.
  • "Asah empati!" Karena sedikit atau kecil saja bantuan yang tulus, akan sangat berarti buat mereka yang sedang butuh pertolongan. Helping other wont hurt you, right?!
  • Selalu berhati-hati! Karena sial itu tidak melihat status atau keadaan apapun.
  • "Tetap bersyukur". Pada dasarnya, kita harus tetap hidup untuk menjadi manusia, minimal bernapas dan otaknya berfungsi. Jadi, cobaan fisik apapun yang dialami, maka kita harus tetap bersyukur selama masih dapat bernapas dan otaknya berfungsi. Hal ini supaya kita selalu terus bersemangat dan berpikir positif untuk memberi arti pada jiwa dan raga ini.
Upaya sembuh!

Rumah Sehat 
Karena pikirnya hanya kecengklak saja, esok harinya saya ke Hj Naim. Antrian ke -35/tahap ke-2 di jam 3an sore. Tidak lama antrinya. Ada 2-3 yang urut di dalam. Ruangannya ber-AC, nyaman. Saat di depan abang urutnya, saya diajak becanda biar tidak terasa sakit saat diusap kaki kiri ini. Katanya retak ringan, lalu dia mencelupkan kapas ke cairan dingin yang pasangakan ke kaki saya. Kemudian di atasnya ditambahkan potongan semacam daun kelapa kering yang kokoh untuk memperkuat struktur, dengan terakhir dibalut dengan perban. 

Kaki diperban supaya mengurangi pergerakan dan lebih aman mengurangi cidera berlebih. Abang urut minta saya kembali di hari Senin untuk buka perban dan pantau perkembangan. Kesan saya ke Rumah Sehat Hj Naim ini adalah puas, senang karena ternyata cepat antriannya. Ramah abang urutnya, dan tempat urutnya adem dan bersih. Antrian juga baik diaturnya. Untuk uang perban biayanya 80ribu dibayar melalui petugas di pintu depan. Sedangkan untuk biaya urut, langsung diberikan ke abang urutnya, seiklasnya. Saya berikan 200rb sesuai saran teman saya.

Untuk memudahkan mobilisasi saya di rumah, suami membelikan 1 kruk harganya 200ribu. Saya masih kagok memakai kruk ini. Lalu ada akal, di rumah ada kursi kerja yang pakai roda. Nah ini, saya pakai buat wira-wiri dari kamar, ke ruang kerja di rumah, ke kamar mandi, ke dapur, dan ke ruang nonton tipi. Aman!!!

Saya bisa mandi (dengan kaki diangkat satu yang sakit) dan lakukan aktifitas lainnya di dalam rumah.
Empat hari berlalu, karena jemu.. hari minggu saya request untuk makan siang di luar. Masih bisa ditangani, saya pakai kruk. Tapi rupanya saya tidak canggih pakainya, sehingga suami kerap menggendong saya di parkiran untuk kenyamanan saya (kebetulan lagi sepi.. hehe). Setelah makan siang, saya kapok karena repot, dan memutuskan akan ke luar rumah saat penting saja.

Kemudian, tibalah hari Senin. Saya masih merasa kaki saya nyeri dan ketika saya buka perbannya terlihat bengkak dan lebam. Kakipun belum dapat berjalan baik. Lalu saya memutuskan untuk kontrol saja ke RS, ke dokter ortopedi. 

Rumah Sakit
Senin pagi dapat nomor antri yang pertama. Alhamdulillah rejeki. Setelah ceritakan kejadian, dokter meminta saya untuk rontgent. Hasil rontgent menunjukkan saya mengalami Jones Fracture, yaitu patah tulang pada metatarsal 5 atau ruang tulang jari kaki kelingking. Saking seringnya kejadian ini, maka sampai ada namanya Jones yang menemukan jenis patah tulang ini. Baca lebih lengkap tentang Jones Farcture. Dengan cukup panjang penjelasan, saran dokter untuk fracture jenis ini sebaiknya dilakukan tindakan antara lain memasang plate atau screw, screw adalah lebih maju teknologinya dibandingkan plate. Tanpa tindakanpun bisa saja sembuh, tapi waktunya akan lebih lama dan timbul nyeri kronis sangat memungkinkan. 

Okeh.. kemudian dokternya membantu memberikan rekomendasi kepada RS agar mendapatkan persetujuan penjaminan biaya operasi dan rawat inap kepada pihak asuransi.

Sementara menunggu proses asuransi, dokter memberi gips pada kaki saya untuk tujuan imobilisasi. Gipsnya hanya separuh yang ditutup perban seutuhnya, jadi kita bisa copot perban dan melepas gips jika ingin mandi. Tapi.. hehe.. jadi berat banget kakinya. Tambah oleng saya pakai kruk satu. Dokter mengizinkan saya untuk meeting offline, asalkan tidak menapakkan kaki kiri.

Selama pakai gips, saya ada agenda meeting in person dengan klien dan mesti ke kampus, dan rasanya tidak mungkin saya pakai gips dan kruk karen berat. Lalu suami saya membelikan saya kursi roda, merek One Media (brand lokal paling wahid) harganya sekitar 800ribuan. Dengan kursi roda, kaki kiri saya lebih stabil keadaannya, jadi saya berupaya terbiasa dengan kursi roda. Sekaligus mencoba merasakan menjadi seperti rekan-rekan difable yang berkursi roda.

Saat saya memiliki keterbatasan fisik, namun otak saya masih dapat berfungsi sehat. Saya berkursi roda, namun saya masih memiliki privilege. Saya memiliki kendaraan sendiri dan dapat ditemani bepergian oleh sopir suami. Saya tahu dunia tidak adil! tapi poin saya adalah saya ingin bercerita bagaimana kolega dan klien melihat saya (dari perspektif saya tentunya, dengan berkursi roda). Ada anggapan kasian dan ingin selalu membantu saya setiap saya bergerak. Padahal saya tidak ingin menyusahkan orang, jadi menahan gerakan agar tidak menarik perhatian. Saya tidak ingin fisik saya menjadi halangan untuk saya produktif. 

Lalu saya sampaikan hal ini kepada 1 kolega saya. Ternyata hanya salah paham saja, dia bilang pikirnya membantuku itu terbaik dan akhirnya dia jadi tahu saya ingin diperlakukan seperti apa. Akan tetapi, tidak mungkin saya katakan ini pada semua orang. Jadi saya cenderung menerima saja jika mereka ingin membantu meringankan saya. Beda lagi ketika saya ke kampus. Kebetulan teman kuliah saya banyak yang paham artinya kesetaraan. Mereka bersimpati melihat saya untuk merasakan menjadi difabel. Jadi mereka dengan santai membiarkan saya mengayuh kursi roda saya sendiri dan mencoba tak acuh dengan polah saya, meskipun saya tahu mata mereka mengawasi gerak saya. Senangnya memiliki support system seperti ini.

Saatnya Operasi!
Setelah melalui proses adminsitrasi, persetujuan asuransipun diterbitkan. Jumat sore saya diminta ke RS untuk melakukan cek darah di lab, rontgen torax, dan ke dokter internis untuk persiapan sebelum tindakan. Malamnya saya menginap. kemudian diminta puasa mulai jam 11 malam, rencana tindakan jam 7 pagi di hari Sabtu.

Pada hari Sabtu jam 4.30 pagi, Suster memberikan saya infus NaCl, lalu beberapa saat suster melakukan skin test untuk antibiotik yang akan diberikan. Antibiotiknya aman, lalu cairan infus diganti dengan antibiotik hingga habis dan diganti lagi dengan NaCl.

Jam 6.30 suster menjemput saya untuk dibawa ke OT (Operating Theater atau kamar operasi). Di OT, karena ruangan steril maka saya pakai baju operasi pasien bersiap dibius untuk operasi. Biusnya setengah badan, jadi suntiknya lewat spinal (tulang belakang). Saya diminta duduk dan memegang bantal agar rileks. Dokter memberikan suntik anestesi awal agar suntik anestasi spinalnya tidak terlalu sakit, jadi dua kali suntikan, tapi saya ga tau yang pertama itu apa. Tapi bekerja baik sekali. Saya tidak merasa sakit disuntiknya. Setelah dibius, kaki merasa hangat dan kemudian kesemutan. Selanjutnya ya kebas dan tidak bisa bergerak. Dengan demikian, selanjutnya adalah tugas dokter bedah tulang, ditemani dua perawat OK dan satu petugas radiologi. Sebelum dioperasi, kami berdoa bersama untuk kelancaran operasi. 

Operasi berjalan lancar sekitar 1.5 jam. Kemudian saya diantar ke kamar pemulihan. Lalu dikembalikan ke kamar rawat inap. Mati rasa pada kaki perlahan-lahan hilang mulai ujung kaki kanan, ujung kaki kiri, hingga ke pinggul. Saya baru bisa buang air kecil karena mulai bisa merasakan hilang kebasnya di bagian vagina, sekitar 6-7 jam kemudian. Selanjutnya dokter memberikan saya obat anti mual dan pereda rasa nyeri selama masa observasi sekitar 10-12 jam setelah tindakan.


-YA-

Minggu, 13 Mei 2012

Pengenalan Standarisasi

Filosofi Standarisasi

Tanggal 12 Mei 2012, saya mengikuti pelatihan tentang standarisasi atau kita kenal dengan ISO (the international organization for standardization) yang disampaikan Bp. Koeswidijono, dosen dan Internasional Auditor. Motivasi mengikuti pelatihan adalah untuk mengenal dan memahami ilmunya sekaligus tadinya meluaskan jaringan, hehe.. ternyata kelas hanya diikuti oleh sembilan peserta. Lumayanlah.

Maksud hati menulis saat ini adalah untuk merapikan catatan di kertas yang ga karuan dan memindahkan ke blog supaya saya bisa baca-baca lagi sewaktu-waktu. Tapi tentu saja tidak akan sama persis seperti yang disampaikan Bapak pengajar, karena hal yang saya tuangkan hanyalah sepenangkapan saya saja dan yang tentunya bagi saya menarik.

Standarisasi dibentuk dari gagasan sebuah badan internasional yang menangani peraturan perjanjian untuk jual beli barang/jasa yang melibatkan lintas negara dalam sebuah wadah yaitu World Trade Organization (WTO) pada tahun 1994. Hingga kini, anggota WTO terdiri atas 155 negara. Tujuan negara menjadi anggota WTO adalah ikut dalam peraturan internasional sehingga terjadi pertukaran barang dan jasa dari dalam dan keluar negara yang dapat meningkatkan kesejahteraan bangsa. Kira-kira begitu. Sebagai badan institusi internasional, WTO bertugas membuat perjanjian multilateral yang meliputi perdagangan barang, sektor jasa/pelayanan, dan hak properti intelektual. Untuk perangkat peraturan perjanjian yang akan disepakati negara anggota mengenai pertukaran barang disebut dengan GATT (General Agreement on Trade & Tariff), sedangkan tentang jasa di atur dalam GATS (General Agreement on Trade in Services). Dalam konteks pelatihan ini sedikit lebih jauh membahas GATT karena terkait dengan standar mutu untuk produk.

Sebelum berlaku GATT, negara importir memiliki kewajiban untuk membayar bea masuk ke negara tujuan sebesar 0-5-14%. Hal ini memberatkan importir, namun memberi keuntungan bagi negara tujuan dari pendapatan tambahan bea masuk tersebut. Namun, setelah menyepakati GATT, maka berlaku Free Trade Area dimana terjadi eliminasi tarif masuk serta kuota impor. Dengan aturan ini, maka negara mana pun bebas mengirimkan barangnya di Indonesia. Hal ini menjadi ancaman negara, artinya jika modal lebih banyak dari luar negeri sementara pengusaha domestik sulit mendapatkan modal usaha, maka yang terjadi adalah penjajahan barang secara gencar ke dalam negeri. Dengan demikian maka pengusaha dan negara kita akan semakin terpuruk. Namun untuk mengantisipisi hal ini (yang bisa saja terjadi dengan negara berkembang lainnya), maka ada sebuah technical barrier to trade, artinya ada syarat yang secara teknis menentukan spesifikasi suatu produk yang bisa diperdagangkan di suatu negara. Dalam hal ini, Indonesia menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang harus dilaporkan ke WTO, kemudian WTO akan mengumumkan kepada seluruh anggota WTO mengenai standar itu, sehingga kesempatan perdagangan diberikan sama kepada semua negara yang dapat memenuhi SNI.

Bisa bayangkan betapa pentingnya SNI di sini. Untuk mecegah penjajahan baru maka persaingan menuntut negara untuk mengerti cara internasional dan harus bisa bermain sama canggihnya atau ilmu harus berimbang dengan mereka, kira-kira ini inti yang disampaikan Pak Fadel Muhammad kata Pak Koeswidijono.

Buat saya, uraian diatas menarik sebagai filosofi gencarnya orang menaikkan mutu produk, dan ini hal baru buat saya. Padahal dengan baca situs WTO, mungkin orang sudah bisa menangkap ya, tapi saya ya gini.. kudu ikut pelatihan dulu baru 'dong' (sleng Jawa artinya ngerti). hehe..

Definisi "Standar"

Standar adalah diawali dari sebuah pedoman yang dirumuskan oleh badan "Legislatif" yang diterapkan oleh "Eksekutif", kemudian diawasi oleh badan "Yudikatif", hasil dari evaluasi diperbaiki atau diterapkan kembali oleh "Eksekutif".

Siapakah aktor dari definisi "standar" diatas:
  • Legislatif = Tingkat Internasional adalah ISO; Tingkat Nasional adalah BSN. Standar yang dikeluarkan BSN adalah mengadopsi/terjemahan dari ISO. 
  • Eksekutif = Tingkat Internasional adalah WTO; Tingkat Nasional adalah menteri teknis dan pengguna/industri. 
  • Yudikatif = Tingkat internasional adalah International Acreditation Forum, ILAC; Tingkat Nasional adalah KAN, dibawah KAN ada sejumlah lembaga-lembaga sertifikasi (mutu, lingkungan, SNI, Lab), dimana lembaga sertifikasi dapat melakukan sertifikasi terhadap organisasi/perusahaan. Lembaga sertifikasi mendapat akreditasi dari KAN. Antara tingkat internasional dan nasional dijembatani oleh Mutual Recognition Agreement (MRA). 
Ketika diajarkan ditampilkan dalam bentuk bagan, namun saya hanya bisa menampilkan dalam bentuk deskripsi seadanya. Jadi mohon maaf.

Tingkatan Standar ada lima:
  1. Internasional = antara lain: ISO, IEC (International Engineering Consortium). 
  2. Regional = antara lain: European Union, ASEAN. 
  3. Nasional = antara lain: SNI, JIS (Japan Industrial Standard). 
  4. Asosiasi 
  5. Organisasi = sepertinya NGO tempat saya bekerja bergerak di tingkat ini. Hemm.. menarik bukan.. saya jadi tahu sedikit tentang posisi organisasi tempat saya bekerja. 
Jenis Standar ada lima:
  1. Standar sistem = misal ISO 9001: 2008, ISO 14001:2004. 
  2. Standar produk 
  3. Standar uji 
  4. Standar kalibrasi 
  5. Standar inspeksi 
Nahh.. segitu aja yang saya tangkap.. selebihnya pembahasan dalam tentang ISO 9001: 2008 (manajemen mutu), ISO 14001:2004 (sistem manajemen lingkungan), dan OHSAS (keselamatan kerja). Oiya.. saat ini setiap industri akan mengikuti ISO mutu karena tentu biar produknya bisa beredar di pasaran. Sedangkan isu lingkungan nampaknya menjadi perhatian bagi industri minyak, gas dan pertambangan.

Untuk isu keselamatan kerja, dibangun dari riset yang menunjukkan fakta bahwa pekerja yang tewas dalam setahun baik secara langsung atau akibat dari terpajan zat beracun yang pelan-pelan merenggut kesehatannya, ternyata lebih banyak dari korban perang. (Fakta ini berdasarkan uraian dari pengajar, saya belum sempat mencari sumber tertulis). Badan yang concern terhadap isu ini adalah International Labour Organization (ILO). Di Amerika nampaknya sudah mengatur dengan detail mengenai isu keselamatan kerja, misal: aturan kompensasi jari yang terpotong, cacat permanen, dll, yang nampaknya negara kita belum menaruh perhatian sedalam itu.

Saat ini, tren perdagangan internasional akan mengintegrasi ketiga isu menjadi satu komponen. Pemerintah masih berusaha memenuhi manajemen mutu di setiap lini industri di dalam negeri, hal ini terkait dengan kesiapan pengusaha dalam memenuhi standar sekaligus terkendala modal dan hitung-hitungan keuntungan yang adil, adil bagi pemilik modal dan kewajiban pemenuhan kesejahteraan karyawan. Sedangkan isu lingkungan, mulai ramai disosialisasikan dan diimplementasikan karena masyarkat dunia mulai melirik manfaat dari mendukung usaha yang ramah lingkungan. Selanjutnya Pe-Er berat adalah memanusiakan pekerja. Bagaimana para eksekutif dapat mengintegrasikan ketiganya dan menjadi win-win solution, nampaknya akan menjadi tugas yang sangat berat bagi negeri ini. Salam..

NB: Btw, pelatihan ini juga ada materi pengenalan menjadi auditor (mutu, lingkungan), dimana menjadi auditor harus sesuai dengan kompetensi, misal saya latar belakang pendidikan adalah kajian lingkungan, maka saya bisa jadi auditor internal atau eksternal dalam bidang lingkungan. Hal detail yang sebaiknya selalu diingat auditor adalah ingat jam, ingat tanggal, ingat peristiwa. Dan yang kebayang dipikiran saya adalah menjadi detektif, entah mengapa.

Selasa, 04 Januari 2011

Indoor Plant for Health and Comfort

Pada skala laboratorium, penggunaan tanaman hias (Zamioculcas zamiifolia (daun dolar) dan Aglaonema modestum (daun sri rejeki)) di dalam ruang berukuran 0,6 x 0,6 x 0,6 m dapat mereduksi 25 ppm benzene (salah satu senyawa dari VOC) sampai dengan konsentrasi 0 selama 2-8 hari1. Selain itu, tanaman hias di dalam ruang juga bermanfaat untuk mereduksi C02 dan CO baik di dalam ruang ber AC (penurunan CO2, 10%; CO, 92%), maupun gedung dengan ventilasi alami (penurunan CO2, 25%; CO, 86%) dengan menggunakan tanaman Dracaena ‘Janet Craig’1. Dengan penerangan yang cukup, tanaman hias dapat mengembalikan kesegaran udara dalam ruang melalui dua mekanisme: menyerap CO2 pada saat fotosintesis, dan melepaskan O2 sebagai produk yang dihasilkan.


Secara psikologis, tanaman hias sebagai salah satu elemen unsur alam di dalam ruangan dapat mempengaruhi kinerja kognitif dalam lingkungan pekerjaan kantor2. Keberadaan tanaman hias di dalam ruang rawat inap sebuah rumah sakit memiliki daya tarik tinggi bagi pasien sehingga dapat mengurangi stress bila dibandingkan dekorasi atraktif lainnya seperti lukisan. Hal yang menjadi kendala adalah berkurangnya ruang gerak petugas medis dan potensi kontaminasi biologis dari tanah dan air pada tanaman, oleh karena itu perlu pemeliharaan secara periodik3.

Preferensi manusia dalam menanggapi keberadaan tanaman hias di dalam ruang dapat dijelaskan melalui teori evolusioner yaitu bahwa manusia memiliki kecenderungan alami untuk memilih unsur-unsur alami terhadap benda-benda buatan manusia4. Akibatnya, manusia memiliki kecenderungan bawaan untuk memperhatikan dan merespon positif terhadap unsur-unsur alami5.


Referensi:


  1. Tarran J., F. Torpy, M. Burchett. 2007. Use of Living Pot-Plants to Cleanse Indoor air – Research Review. Proceeding of Sixth International Conference on Indoor air Quality & Energy Conservation in Buildings-Sustainable Built Environment, Oct 28-31, 2007, Sendai, Japan Volume III, 249-256.
  2. Ruth K.R., K.H. Evensen, D. Rich, G. Sjǿstrǿm, G. Datil. 2010. Benefits of Indoor Plants on Attention Capacity in an Office Setting. Journal of Environmental Psychology xxx (2010) 1e7. USA.
  3. Dijkstra K., M.E. Pieterse, A. Pruyn. 2008. Stress-reducing Effects of Indoor Plants in The Built Healthcare Environment: The Mediating Role of Perceived Attractiveness. Preventive Medicine 47 (2008) 279–283. Elsevier.
  4. Kaplan S. 1987. In Dijkstra K., M.E. Pieterse, A. Pruyn. 2008. Stress-reducing Effects of Indoor Plants in The Built Healthcare Environment: The Mediating Role of Perceived Attractiveness. Preventive Medicine 47 (2008) 279–283. Elsevier.
  5. Ulrich et al. 1991. In Dijkstra K., M.E. Pieterse, A. Pruyn. 2008. Stress-reducing Effects of Indoor Plants in The Built Healthcare Environment: The Mediating Role of Perceived Attractiveness. Preventive Medicine 47 (2008) 279–283. Elsevier.

Minggu, 10 Oktober 2010

Kenyamanan Suhu Ruang, Listrik dan Lingkungan

Akhir-akhir ini, cuaca mengalami anomali. Kadang kita akan merasa kepanasan karena teriknya matahari, tapi tak jarang hujan membuat ruangan menjadi sangat dingin. Untuk kenyamanan dalam beraktivitas, maka masalah panas di dalam ruangan akan diatasi dengan pengkondisian udara atau air conditioning (AC) yang sudah umum dilakukan baik diperkantoran ataupun perumahan. Sedangkan dalam mengatasi ruangan yang dingin, biasanya cukup mematikan AC. Namun, untuk gedung-gedung komersial seperti perkantoran, mall, hotel dan rumah sakit yang menggunakan AC sentral sehingga tak bisa dilakukan pengaturan pendingin ruangan secara manual atau individu, maka yang terjadi yaitu adanya adaptasi perilaku dengan cara memakai jaket atau menghindari hembusan sumber dingin dari diffuser. Mengatasi kedingininan di negara tropis berbeda dengan di negara 4 musim. Adanya musim dingin dapat diatasi dengan pemanas ruangan sehingga kondisi udara ruangan menjadi lebih hangat dibandingkan luar ruangan.

Udara yang dingin di dalam ruangan bukan hanya sekedar isu kenyamanan bagi penghuni, tetapi terkait dengan pemakaian energi listrik dan lingkungan. Hal ini karena pengkondisian udara baik itu pendingin ruangan atau pemanas ruangan memerlukan listrik dalam pengoperasian AC. Berikut ini yang terkait dengan kenyamanan suhu udara ruang, antara lain:

Biaya tagihan listrik berarti uang. Bagi pemilik gedung, konsumsi listrik dapat dilihat dari besarnya biaya tagihan PLN (Perusahaan Listrik Negara) setiap bulannya. Semakin sering menggunakan AC ruang, semakin besar biaya yang dikeluarkan.

Jejak ekologis. Sumber listrik dari PLN menggunakan batubara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Batubara yang digunakan berasal dari eksplorasi kawasan (hutan) yang mengandung batu bara. Pertambangan ini mengubah bentang alam yang dapat mengganggu harmonisasi ekosistem di lahan tsb yang terdiri atas berbagai makhluk hidup seperti tanaman, serangga, mamalia dan berbagai jenis burung. Pembukaan lahan hutan tanpa dilakukan reboisasi dapat menghilangkan jejak ekologis sehingga mengurangi biodiversitas dan keseimbangan rantai makanan.

Banjir dan erosi. Adanya pertambangan konvensional sering meninggalkan bekas lahan tambang tanpa dilakukan rehabilitasi lahan terlebih dahulu. Hal ini mengakibatkan lahan menjadi rentan terhadap banjir dan erosi karena tidak ada lagi akar tanaman yang mampu mengikat air dan zat hara tanah. Porositas tanah terganggu sehingga terjadi water run off tanpa diserap oleh tanah. Air dari dataran tinggi yang menyapu lahan kedataran lebih rendah, membawa sedimen yang dapat terangkut sehingga kerap terjadi banjir beserta lumpur disepanjang bantaran sungai yang meluap.

Jejak karbon. Proses produksi pada pembangkit tenaga listrik akan mengeluarkan hasil samping berupa zat pencemar ke udara dalam jumlah yang relatif besar, antara lain karbon dioksida. Pelepasan karbon keudara diduga sebagai kontributor terjadinya efek rumah kaca sehingga kondisi cuaca saat ini sering tidak dapat diprediksi.

Perlu diketahui bahwa mendinginkan 1 derajat Celsius udara ruang memerlukan konsumsi energi sebesar 10%. Sebagai gambaran, penelitian Karyono (2001) menunjukkan sekitar 95% dari 596 karyawan di beberapa bangunan tinggi di Jakarta merasa nyaman pada suhu ruang 26,4 derajat Celsius. Menurut Standar Nasional Indonesia 03-6572-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan Pengkondisian Udara pada Bangunan Gedung bahwa zona kenyamanan termal orang Indonesia untuk perancangan ruangan umumnya 25 ± 1oC.

Namun, seringkali kita menyesuaikan thermostat pada pendingin ruangan hingga dibawah 23 derajat Celsius sehingga dapat dihitung berapa persen kenaikan energi listrik yang dibutuhkan, batubara yang dibutuhkan, ekosistem yang dihilangkan, dan jejak karbon yang ditinggalkan. Masalahnya seringkali kita terlalu berlebihan dengan kenyaman termal, bahkan adanya persepsi semakin dingin semakin modern akan meningkatkan pemakaian energi listrik. Padahal jika kita menghemat 1 derajat Celsius maka kita akan menghemat pemakaian energi listrik sebesar 10%. Hal ini berarti menghemat biaya, mengurangi jejak ekologi dan jejak karbon. Jadi… mari kita selamatkan bumi dengan pendingin ruangan yang tidak berlebihan.

Bibliografi
Karyono, T.H. 2001. Penelitian Kenyamanan Termis di Jakarta Sebagai Acuan Suhu Nyaman Manusia Indonesia. Jurnal Dimensi teknik Arsitektur Vol. 29, No.1, Juli 2001: 24-33.
http://www.50waystohelp.com/ 10/10/2010; 10.00 wib

Sabtu, 25 September 2010

Krito-Sokrates #1 (Tetralogi Plato)


Krito (Yunani: Κρίτωνα/ Krítona) adalah dialog singkat yang dibuat oleh filsuf Yunani kuno Plato. Krito adalah percakapan antara Socrates dengan sahabatnya bernama Krito di dalam penjara tentang keadilan, ketidakadilan dan respon yang tepat untuk ketidakadilan. Socrates berpikir bahwa ketidakadilan mungkin tidak dijawab dengan ketidakadilan dan menolak tawaran Krito untuk membiayai upaya melarikan dirinya dari penjara. Dialog ini berisi pernyataan kuno dari teori kontrak sosial pemerintah.


Dialog dimulai pada saat Socrates sadar (dari bangun tidur) akan kehadiran Krito di sel penjara. Ketika Socrate terkejut bahwa penjaga telah mengijinkan Krito masuk ke dalam sel beberapa waktu lebih awal, Krito memberitahukan bahwa ia mengenal penjaga dengan baik dan telah memperlakukan penjaga dengan kebajikan tertentu. Krito memiliki kabar buruk bagi Socrates. Dia mengatakan kepadanya bahwa ada saksi mata melaporkan kapal telah datang dari Delos yang berarti besok Socrates akan dieksekusi. Socrates menampik laporan tersebut dengan mengatakan bahwa dia telah bermimpi seperti sebuah visi. Dalam mimpi terlihat seorang wanita cantik berjubah putih mengatakan kepadanya bahwa pada hari ketiga maka ia akan pergi ke Fthia, yang merupakan referensi Akhilles dalam Iliad bahwa prajurit terkuat dari Yunani akan dapat kembali ke rumahnya yaitu Fthia yang subur pada hari ketiga. Dalam mimipi Socrates, Fthia menjadi sebuah simbol ‘rumah’ yang ke sana dia akan kembali setelah kematiannya, sehingga sangat jelas arti mimpi bagi socrates bahwa kapal akan tiba besok dan eksekusi akan dilaksanakan pada hari ketiga.

Krito telah tiba pada jam awal untuk menyelamatkan Socrates dari kematian. Krito mengatakan bahwa jika Socrates mengikuti aturan untuk tetap dieksekusi, orang akan menganggap bahwa Krito dan teman-teman tidak mampu membiayai pelariannya. Krito menegaskan bahwa ia tidak akan mendapatkan banyak masalah karena membantu penyelundupan Socrates keluar dari penjara sebab tidak dibutuhkan banyak uang untuk menyuap orang agar socrates keluar dari penjara. Dia menambahkan bahwa jika Socrates takut menguras rekening Krito, ada beberapa wisatawan yang siap menggunakan uangnya untuk Socrates antara lain Simmias dan Kebes. Selain itu, Krito menegaskan bahwa Socrates memiliki dukungan di kota-kota lain seperti Thessaly yang akan menjadi perlindungan aman dan tidak menyusahkan sebagai tempat pengasingan.
Krito melanjutkan dari segi moral bahwa Socrates akan tidak adil bila mengikuti upaya musuh-musuhnya terhadap dia. Socrates memilih "jalan termudah", sebagai lawan dari jalan berani, terhormat, dan berbudi luhur. Krito merasa hal ini sebagai jalan kematian yang tidak adil. Socrates akan bertindak pengecut jika ia tidak melawan ketidakadilan tersebut.
Krito lebih lanjut menyatakan bahwa seorang ayah (seperti Socrates) memiliki kewajiban untuk memelihara dan mendidik anak-anaknya dan harus mencegah mereka menjadi anak yatim jika keadaan memungkinkan. Dia mengatakan bahwa jika anak-anaknya menjadi anak yatim biasa, berarti Socrates telah mengkhianati putra-putranya.
Krito menambahkan bahwa perkara pengadilan seharusnya dapat dihindari dan terlihat seolah sebuah cemoohan, namun Krito merasa gagal menanganinya. Dia mengatakan bahwa kegagalan untuk melarikan diri akan menjadi kekonyolan yang klimaks karena ketidakmampuan teman-teman Socrates untuk mengatur urusan dan pengecut yang memalukan.
Tanggapan Socrates
Socrates mengatakan kepada Krito bahwa Socrates adalah salah satu dari orang-orang yang harus dibimbing oleh akal dengan membuat argumen dari hasil perenungan yang terbaik. Socrates mengklaim bahwa ia serius dalam sidang tentang tidak takut kematian. Dia mengungkapkan penghinaan untuk mengikuti pendapat massa dan bertindak secara acak. Socrates mengatakan bahwa satu-satunya orang yang pendapatnya dipedulikan adalah sang pakar mengenai keadilan dan ketidakadilan. Bagi Socrates, hidup dengan baik sama dengan hidup dengan terhormat atau dengan adil.
Perihal uang, reputasi dan membesarkan anak adalah masalah yang sebenarnya diperhatikan orang banyak saja, yang dengan senang menghukum mati orang dan akan menghidupkan mereka kembali jika mereka dapat melakukannya tanpa sedikit pun melibatkan nalar. Pertanyaannya bukan apa yang akan orang pikir tentang dirinya, tetapi adalah apakah itu akan menjadi tidak adil bagi Socrates untuk melarikan diri. Socrates berpendapat bahwa jika itu tidak pernah baik untuk melakukan ketidakadilan, maka tentu tidak pernah baik untuk melakukan ketidakadilan dalam menanggapi ketidakadilan. Dia mengatakan bahwa premis ini akan diambil sebagai benar untuk tujuan diskusi mereka. Krito mengatakan dia setuju dengan Socrates. Ini tidak menjawab apakah itu adil atau tidak adil bagi Socrates untuk melarikan diri dari penjara, jadi Socrates bertanya apa yang akan dikatakan Undang-undang (hukum negara) tentang meninggalkan kota.
Socrates mengklaim bahwa Undang-Undang akan mengatakan bahwa ia menghancurkan kota seluruhnya jika meninggalkan kota dan ini tidak adil. Selanjutnya Hukum akan mengatakan bahwa warga negara berdiri dalam kaitannya dengan kota, sebagai anak terhadap orangtua dan sebagai budak terhadap tuannya. Orator Hukum kemudian akan mengatakan bahwa negara telah memberikan kepada Socrates kelahiran, pengasuhan, pendidikan dan keikutsertaan dalam semua manfaat dan kebaikan yang disediakan bersama dengan semua orang yang sama-sama menjadi warga kota. Pertanyaan Hukum, apakah dalam upaya (meninggalkan kota) socrates tidak sedang mengusulkan untuk memperlakukan negara dengan adil. Hukum akan menyatakan bahwa Socrates tidak pernah meninggalkan kota untuk menghadiri suatu perayaan (kecuali hanya sekali di Isthmus), untuk tujuan lain (kecuali untuk pelayanan di militer), tidak pernah pergi keluar negeri dan tidak ingin mengenal kota lain, sehingga dikatakan bahwa Socrates puas menjadi warga kota dengan menjadi ayah bagi anak-anaknya di kota Athena. Kemudian hukum akan menanyakan apakah hukum benar kalau negara menyatakan bahwa socrates telah sepakat menjadi seorang warga negara berdasarkan persyaratan yang ditetapkan. Socrates tidak menyatakan bahwa ia puas dengan argumen Hukum, alih-alih bertanya Krito apakah mereka tidak harus menerimanya. Krito mengatakan mereka harus, dan dialog datang ke kesimpulan.
Referensi:
http://en.wikipedia.org/wiki/Crito ; 25/09/2010: 13.00 wib
Iones Rakhmat. (2009). Sokrates dalam Tetralogi Plato (Sebuah Pengantar dan Terjemahan Teks). Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Minggu, 19 September 2010

Lilin Pelapis Buah


Tulisan kali ini, berawal dari temuan atas pengalaman yang tidak disengaja. Seperti biasa, saya mencuci dahulu apel dengan air matang sebelum memakannya. Pada saat mengerok kulit buah dengan pisau karena hendak membersihkan dari sedikit kotoran pada permukaan kulit buah, saya dapati adanya remah-remah lilin. Ketika semakin saya kerok kulitnya, semakin banyak serutan lilinnya. Seketika juga saya kupas kulit sebelum dimakan karena takut lilin tersebut beracun pada tubuh.


Ternyata setelah bertanya dan membaca beberapa jurnal, lilin pelapis apel itu dapat dimakan (edible film and coating) karena terbuat dari bahan pengawet yang tidak beracun. Bahan pengawet tersebut berfungsi untuk menjaga kesegaran buah selama proses distribusi hingga sampai ke tangan konsumen. Hal ini dilakukan karena buah terus mengalami respirasi setelah dipanen.

Kesegaran buah dapat dijaga dengan mengurangi tingkat transfer gas dan dengan mengendalikan faktor-faktor seperti komposisi gas pada buah (oksigen, karbon dioksida dan etilen), gas-gas disekitar buah, permeabilitas uap air, suhu, kelembababan relatif dan cahaya. Edible film and coating merupakan semi permeable barrier yang dapat menjaga kualitas makanan. Coating ini biodegradable (dapat hancur secara biologis) dan fisiknya menangkap karbondioksida yang berada di dalam buah, menyegel pori-pori serta mengurangi pertukaran gas yang terjadi melalui kulit buah1.

Beberapa contoh bahan pengawet pada pelapis kulit buah antara lain terbuat dari gliserol, kolagen, galaktomannans dan whey protein concentrate (berisi ascorbic acid ditambah dengan CaCl2). Lapisan film pada buah yang dapat dimakan tersebut, bukan berasal dari produk sintetis (bahan kimia buatan) tetapi antara lain terdiri atas tiga jenis bahan biologis yaitu polisakarida, protein dan lipida yang aman untuk dikonsumsi. Misalnya galaktomannan berasal dari albumin atau endosperma biji misalnya dari keluarga Leguminosae, Adenanthera pavonina (saga) dan Caesalpinia pulcherrima (kembang merak). Keduanya merupakan buah tropikal asia dan biasa digunakan sebagai tanaman hias.

Jadi, jangan khawatir untuk mengonsumsi buah apel bersama dengan kulitnya, asalkan terlebih dahulu dicuci. Berikut ini link jurnal yang berisi tentang contoh bahan pelapis buah (tidak saja apel) yang menunjukkan kekuatan edible film and coating dalam menjaga kesegaran buah dan komposisi dari bahan tersebut. Semoga bermanfaat J

Senin, 09 Agustus 2010

Narsis

Adanya situs jejaring sosial yang bermunculan saat ini, memudahkan para pengguna internet menjalin kembali komunikasi dengan teman lama atau memperluas pergaulan baru. Situs tsb menawarkan fitur yang beragam, antara lain: info profil pengguna, dokumentasi aktivitas pengguna, kotak info yang disediakan untuk menulis kegiatan/keadan/pikiran dari si pengguna internet, dan folder yang disediakan untuk menampilkan hasil tulisan. Fenonema ini memberikan banyak manfaat kepada masyarakat antara lain di bidang bisnis, pendidikan, seni, teknologi dan sosialita. Salah satu yang kerap kita dengar dari keuntungan situs jejaring sosial adalah sebagai ajang “Narsis”. Lalu, apa sih yang disebut dengan “Narsis”. Pembahasan mengenai Narsis adalah domain dari kajian psikologi. Namun, saya coba untuk mengurainya di kesempatan ini berdasarkan persepsi saya dari bacaan jurnal yang diunduh dari situs pencari informasi (google).

Terminologi Narsis berasal dari mitologi Yunani yang mengisahkan seorang pemuda tampan bernama Narcissus yang jatuh cinta pada refleksi wajahnya sendiri ketika melihat pantulannya di sebuah kolam. Menurut pendapat Freud1, mencintai diri sendiri adalah libidinal (hasrat seksual) untuk melengkapi egoisme naluriah dalam mempertahankan diri dan memelihara diri. Hal ini disebut narsisme normal, yang ada disetiap individu. Sedangkan istilah kontra dari narsisme primer adalah narsisme sekunder bersifat patologis seperti skizofrenia. Pada berikutnya, saya hanya membahas mengenai narsisme normal yang dapat dikatakan tingkat kenarsisan setiap individu itu berbeda-beda.


Orang yang narsis (narcissist) memiliki perhatian tinggi terhadap penampilannya di setiap kesempatan. Meskipun hal demikian adalah aspek dasar dari narsisme, namun sedikit informasi ilmiah yang menunjukkan penampilan fisik seorang narsis. Penelitian Vazire et al (2008) memberikan ciri fisik narcissist berdasarkan jepretan foto seluruh badan adalah suka menggunakan barang mahal, pakaian yang menyolok, terorganisir, penampilan rapih membutuhkan banyak persiapan, dan pada (perempuan) memakai make-up dan memperlihatkan belahan dada. Penampilan fisik mencerminkan kepribadian para narsis dengan keasyikannya berpenampilan yang baik, keinginan untuk menjadi pusat perhatian dan berfungsi sebagai kendaraan yang dapat digunakan untuk mempromosikan status mereka. Dalam hal memprediksikan masa depan, narcissist menggambarkan masa depannya berdasarkan harapan-harapannya bukan berdasarkan keadaan aktual saat ini.3

Narsisme telah digambarkan sebagai ''berkah campuran” karena terdiri dari fitur adaptif dan maladaptif. Di satu sisi, narcissist dapat tampil dengan sangat percaya diri di bawah tekanan, dan menerapkan taktik pengaturan diri dalam menjaga harga diri. Di sisi lain, narsis cenderung impulsif, gagal untuk belajar dari kesalahan mereka, dan mungkin yang paling diperhatikan adalah tentang kerentanan terhadap berbagai bentuk agresi termasuk agresi verbal, fisik, dan kekerasan 4.

Dengan menggunakan Narcissist Personality Inventory (NPI), Young & Pinsky (2007) membuat kesimpulan bahwa adanya signifikansi dari para selebritis yang lebih narsis dibandingkan dengan populasi mahasiswa MBA (Master of Business Administration) dan Populasi lain. Sedangkan pada variabel lain, laki-laki lebih narsis dibandingkan dengan perempuan.5 Selanjutnya pertanyaan yang muncul, apakah keuntungan dan kerugian dari narsis??

Menurut teori-teori yang digunakan Young & Pinsky (2007), narcissist memiliki sisi positif yaitu kelihatan tidak depresi, ekstrovert (bersifat terbuka), kuat untuk lebih disukai dan lebih baik di masyarakat dibandingkan non narsis. Fenomena umum untuk sifat ekstrovert dapat kita lihat pada situs jejaring sosial, dimana para narsis menulis keadaan, pikiran, pekerjaan, apa yang dimakan, apa yang dimasak, hasil tulisan, gagasan, sampai umpatan pun tak ayal kita temui pada dinding situs. Ekstrovert dan keinginan untuk disukai dapat membuat para narsis disukai pada awalnya. Di sisi negatif, para narsis mengharapkan perhatian, overconfident, dan sering kurang empati. Konsekuensi negatif ini membuat beberapa narcissist kesulitan untuk bekerja pada tingkat interpersonal dan sering kesan positif awal berubah menjadi negatif. Empati yang kurang juga menambah kesan negatif dan terlihat egois.

Satu hal yang masing-masing individu memiliki cara pandang yang berbeda terhadap dampak dari narsis ini, yaitu berkurangnya ranah private (ruang pribadi). Ada yang menganggap ini adalah sisi positif karena terbuka arena untuk laporan kegiatan sekaligus ajang pamer kualitas diri, namun untuk beberapa orang menganggap masih perlunya ranah private. Hal ini berkaitan dengan etika yaitu hal-hal yang mana perlu dan tidak perlu dilakukan yang berlaku di dalam nilai masyarakat secara umum. Kalau ditelaah, jejaring sosial sebatas narsis normal masih dapat ditoleransi karena tidak mengganggu dan mengkhawatirkan. Kecuali, kalau ada unsur-unsur merugikan pihak lain.

Narsis merupakan salah satu sifat yang mewarnai hidup manusia. Sering kita lupa mengembalikan makna hidup yang ingin kita capai (atau malah kita tidak/belum merumuskannya). Dengan mempertimbangkan segi positif dan negatif dari sifat narsis, maka mungkin kita dapat sedikit menyimpulkan ketingkat narsis mana diri ini akan ditempatkan. Karena hidup tidak hanya mencintai diri sendiri tetapi penting untuk dapat berbagi kasih dengan yang lain. Seperti yang dikatakan Dalai Lama “Universal concern is essential in solving global problems”.

Referensi:
2Simine V, P.N. Laura, J.R. Peter, D.G. Samuel. 2008. Portrait of a narcissist: Manifestations of narcissism in physical appearance. Journal of Research in Personality 42 (2008) 1439–1447
3Campbell W.K, A.S. Goodie, J.D. Foster. 2004. Narcissism, Confidence, and Risk Attitude. Journal of Behavioral Decision Making. J. Behav. Dec. Making, 17: 297–311 (2004), DOI: 10.1002/bdm.475
4Dennis E.R, A. Zeicner, J.D. Foster, M.A. Martinez. 2007. Effects of narcissistic entitlement and exploitativeness on human physical aggression. Personality and Individual Differences 44 (2008) 865–875. Elsevier Ltd. All rights reserved.
5Young S.M. & D. Pinsky. 2006. Narcissism and Celebrity.Journal of Research in Personality xxx (2006) xxx–xxx. 2006 Elsevier Inc.

Fungsi dan Tanda dari Barang Mewah

Di Minggu sore, saya baru selesai membaca koran Kompas yang ada di kolom Percik berjudul Kaca Pembesar Milik Semua Orang, ditulis oleh Petty...