Tampilkan postingan dengan label Kata Berjiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kata Berjiwa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Oktober 2025

It's been a while

Time is passing so fast

Now, I am back .. busy again

It's hard to describe what just happened

I am just moving on

Taking all the good opportunities to get experience in a challenging way 

There is nothing to regret

because all of it is blessed

YA



Senin, 09 Juni 2025

Lulus! Alhamdulillah 😍

Enam hari sejak momen puncak itu 
kini saya bingung hendak mengisi apa
harusnya sih bisa saya ceritakan momen penuh kebahagiaan itu dengan detail 
pencapaian saya sungguh luar biasa (self claim gapapa ya, hehe..)
dihadiri oleh keluarga tercinta, sahabat dan teman tersayang, serta kolega yang penuh perhatian
saya tak menyangka begitu banyak dukungan yang saya terima
dari orang-orang yang menyayangi saya dan saya sayangi
semua berjalan dengan khidmat
sedikit tergesa, tapi sesuai rencana
ada cobaan, tapi tak berarti, semesta sungguh memberkati perjuangan saya
suami dan keluarga saya bahagia dan terlihat bangga, membuat saya semakin bahagia
alhamdulillah
summa cum laude
predikat ini menyandang kelulusan saya
sungguh tidak pernah terpikir kalau ini nyata
ternyata saya canggih juga😊

segitu dulu aja ya

-YA-



Kamis, 08 Mei 2025

Tersenyumlah seperti Mona Lisa

Ternyata, kalau tidak senyum

aku nampak awful

so awful

sepertinya, wajah ini hendak membagi kesusahan 

dan kasih tau dunia kalau otak ini lagi semrawut

padahal tidak begitu

aku ingin terlihat positif

meskipun isi kepalanya gado-gado

setidaknya bisa terhibur sedikit

sewaktu melihat wajah sendiri, di depan cermin

:)


-YA_

Selasa, 29 April 2025

Perangkai Buruk

Saya berperangai buruk 
so judging
negative thought
low motivation

dan membenci semua orang
apakah ini membuang waktu?
tidak tahu

hari ini, saya berperangai buruk

-YA-

Rabu, 21 Juni 2023

Grateful

Los Cuates Old Town, Alexandria, US
when you fall down

when you feel a disconnect 

when your mind is too blurred to see the world

when you don't know yourself

when you feel so empty

when you try to stay awake

when you keep sane in this narcist era

when you try to keep your feet still on the ground

when you finally got your first recognition of your genuine mind and hard work


Always be grateful. For whatever it is.

C'est la vie


-YA- 

Rabu, 01 Februari 2023

French Marigold

Lagi-lagi kau kecewa
yang sebenarnya sudah kau duga
namun terjadi juga
pikiranmu terus bergelut melawan prasangka

mendung dan gerimis pagi ini
sempat membelenggu nurani
sesaat saja sih
karena kau lekas bangkit berdiri 

kini kau linglung
ingin sekali tak terpasung
hingga jiwamu terbang 
melesat jauh bersama kawanan burung

akankah kau hampiri
taman mungilku yang rimbun
kau tau sore tadi
telah kucabuti sedikit rumpun
kan ku ganti dengan frech marigold
dari bibit yang kutanam
pemberian kawan dekatku

"oh ini sedikit mengobati lukaku", katamu
sebentar..
kau terluka?
apalah artinya?
ku rasa itu tidak nyata
kau hanya merasa tidak berarti
itulah mengapa kau merasa sakit hati 

"apa boleh ku tak mengakui tuduhanmu?", katamu
kau tak mengerti
"aku itu terluka oleh #*>/'"]\\=-*@!(^}[.....", kau mengumpat

stop.. stop... stop
hentikan sumpah serapahmu!
dengarkan aku
coba basuh wajahmu
sikat gigimu
lalu pada cermin, tataplah manisnya senyummu
 
orang bilang itu istimewa
dibalik senyum tawa
tersirat bahagia
meski semu saja kemasannya
tapi ya begitulah

-YA-

Rabu, 18 Januari 2023

Menyapa Tahun Baru

Pada kegagalan aku berkaca
aku perlu kaca 
oh ada apa dengan kaca
teringat kata Estelle* "Kalau aku tidak dapat melihat diriku sendiri aku mulai sangsi apa aku betul-betul ada."

Kudapati penolakan pertama di tahun ini
padahal, bulan pun belum berganti
masih di Januari

Tentu, kecewa menghampiri
mestinya aku sadari 
ini awal dari jalan yang mendaki
hanya perihal cara menyikapi

Ya tak perlu sedih berlarut
meski mendung belum surut
angin kan membelai keningmu yang mulai berkerut
tuk menggugahmu dari hangatnya selimut

Namanya hidup
isinya ya ada yang redup
ada pula yang manis seperti sirup
tak perlu menjadi kemelut
atau ikut tersulut
nikmati saja dengan sentuhan lembut

di setiap bentuknya

-Y-


*Sartre, J.P. 2020. Pintu Tertutup (versi Indonesia oleh Asrul Sani). Pustaka Jaya, edisi elektronik, halaman 24.

Kamis, 18 Agustus 2022

Oh

Hari begini, semua merasa harus tau segalanya
zaman segini, orang dituntut paham tentang semuanya

Padahal kan kita cuma manusia
yang terbatas banget tau tentang dunia
sementar, banyak orang yang merasa paling tau tentang luar dunia..
yang gaib.. wih.. sakti..

Hidup ga bisa santai
teknologi udah kaya dewa
padahal ya orang juga yang bikin dia sempurna
lepas dari teknologi
manusia jadi kopong

Ucapan inginnya di copy paste aja biar gampang
Info yang masuk ke otak kebanyakan printilannya dibandingkan ilmu penting 
pengetahuan ga selalu yang bagus yang masuk
penuh pikirannya
mau meledak

Terus ga tau harus apa.. hanyut lagi dalam gawai..
ngegoler.. nyari entah apa yang ingin dicari di antara berita-berita.. cerita-cerita.. foto-foto.. video-video.. jurnal-jurnal.. oh

-Y-


Rabu, 27 Mei 2020

Good People

Good people are not always treated well
they often get hurt
maybe that's why they have a big heart
they leave little room for pain
they become stronger because of the broken heart

They grow up and more mature
always put a big smile on their face
don't want to let people know what is inside
they will not stop being kind

and sometimes, they have to be cruel to be kind

-Y-

Senin, 25 Mei 2020

Getting into your Dream


Fantasy, 2019

may I enter into your dream?
would you let me in?
let me see it for a while
to find out if I was there
in a small piece of your world
wondering
could your subconscious recognize me

please allow me to paint your mind
nourish you with my name
let me part of your soul
even though it's only in my fantasy

-Y-

Minggu, 24 Mei 2020

Lebaran 2020

Selamat Idul Fitri 1441 H
Lebaran tlah tiba
Puncak kemenangan bagi yang berpuasa
Hari raya yang dinanti
Milyaran umat muslim di dunia

Gema takbir samar terdengar
Tak lagi gaduh seperti biasanya
Lapangan pun tak digelar terpal dan koran
Tak ada sajadah dan jamaah di sana

Tak ada khutbah yang bersautan
Riuh rendah hangatnya tegur sapa tak lagi ada

Keriangan dan canda tawa lenyap
Hiruk pikuk keramahan pun sirna
Simpuh, jabat tangan dan dekapan pun tiada

Tradisi sedang tak dijunjung
Pandemi menyelimuti perubahan
Mudik tidak lagi menjadi bakti
Silaturahmi tak lagi bentuk kesopanan

Makhluk bumi beradaptasi
Masker dan jaga jarak melekat erat
Teknologi memberi solusi
Virtual adalah hal krusial
Guna menahan egois nan berbuah efisiensi

Tapi langit masih sama
Bahkan lebih biru kini
Syukur merasuk sukma
Raga beruntung diberi sehat
Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan?

-Y-
24 Mei 2020

Untuk Japra

Keep Strong Bro!
Di hari yang fitri ini
Banyak yang bersuka cita
Tapi tidak pada kawanku

Dia bersedih hati
Sulit tuk berkata
Jiwanya membisu terpaku

Ayahandanya tlah pergi
Risaumu tak terima
Kenyataan ini menghujammu

Kau selalu berbakti

Ingin kurangkul dirimu tuk tunjukan kepedulian
Apa daya pandemi ini mencegahnya

Tak banyak pengiring jenazah
Sepi saja yang hadir, dari keluarga dekat
Namun tak berkurang takzim tuk mengantarkan kepergian ayahandamu

Gundukan tanah sudah terbentuk
Di sampingnya, dua kuburan baru saja selesai pagi tadi
Tanah sama merahnya, masih basah, bertabur bunga-bunga  
Untuk wartawan..begitu tertulis di papan nisan

Azan dari dalam liang berkumandang
Doa penutup mengakhiri iringan kebersamaan kali ini
Selamat jalan Om H. S. Basri
Beristirahatlah dengan tenang
Meski kami tak sempat mengenalmu
Tapi kami seperti lekat dengan perjuanganmu

....

Duhai kawanku
Ku tau candamu hanya tuk tutupi sedu sedanmu
Kuatkan dirimu kawan
Turut berduka sedalam-dalamnya 
Dari kami Somplak family

-Y-

Jumat, 10 Mei 2019

Senyap

Tuhan
Adakah sunyi tidak lagi sakral
Apakah seruan tak memiliki tempat
Akankah toleransi sudah tak lagi nyata
Ataukah mereka sudah tak sanggup dan tak mau lagi menjadi pendengar

Kita semua punya keyakinan
Apapun itu bentuknya
Ibadah bukan milik mereka saja
Mengapa mereka selalu merasa paling benar

Pengetahuannya memekakkanku
Tak ada indah sedikitpun
Arogan sahaja yang ku tangkap
Namun ku tak mampu berucap

Dalam diam kuselami rasa ini
Barangkali aku yang belum mengerti
Belum mampu menyaring makna
Dari apa yang kuserap di bulan suci ini

Barangkali 
Aku yang ingin dimengerti
Oh betapa egoisnya hati
Betapa kerdilnya jiwa ini

Enyahlah kemelut dari batin ini
Bebaskan aku dari prasangka batil
Damaikan kalbu yang rapuh ini
Tuk dapat menyesap sedikit sahaja anggur manismu
Sedikit sahaja
Agar aku sedikit sahaja mabuk dalam duniamu
Memandang senyum dan menikmati hangatnya belaianmu

-Y-

Kamis, 07 Maret 2019

Inilah Hidup

Bagi banyak orang, 
Masa depan adalah tantangan
Banyak yang menaruh asa di sana
Mimpi pun menjadi bunga kehidupan
Agar bara tetap menyala 
sampai saatnya tua tiba

Namun, kepada masa depan
Tak sedikit yang takut menghadapinya
Dengan beragam kegundahannya

Ia, perlahan dengan getir 
menapaki hari ini
Dibiarkan dirinya hanyut pada masa lalu
Terus menerus
Ia tetap tenggelam dalam kenangan
sembari menyungging senyum dalam pejamnya

Kenangan masa lampaunya tidaklah terlalu elok
tidak juga terlalu kelam
Tapi baginya, suram untuk menyelusuri jalan ke depan
Hatinya terlanjur rapuh
oleh beratnya masa kini

-Y-

Selasa, 10 Juli 2018

Dengan Puisi, Aku

Pantai Carita
Dengan puisi aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
Berbatas cakrawala
Dengan puisi aku mengenang
Keabadian Yang Akan Datang
Dengan puisi aku menangis
Jarum waktu bila kejam mengiris
Dengan puisi aku mengutuk
Nafas zaman yang busuk
Dengan puisi aku berdoa
Perkenankanlah kiranya.

Taufiq Ismail

(Tirani dan benteng, Jakarta: Yayasan Ananda, 1993)

Rabu, 11 April 2018

Ingin Terjaga

Senja dan Awan
Kala kantuk tak mampu memejamkanmu
Kala lelah tak mampu merebahkanmu
Kala gundah tak jua menyemangatimu
Redup di rasa dalam hati

Kemarin kau dapati langit begitu cerah
Menyiratkan kepekaan hatimu
Lalu surut saja seketika
Benak di kalbu bergelora

Tak dapatkah kau padamkan apinya
Sulitkah kau berdamai

-Y-

Rabu, 04 April 2018

Dialog dengan Sahabat

Rindu
Apa karna sendiri
Sepi 
Apa karna sendiri

Bertemu 
Tapi tetap rindu
Ramai 
Tapi tetap sepi

Rasa
Tenggelam dalam rasa
Waktu
Berharap tersembuhkan waktu

-A-



Kidung malam tak terdengar indah
Kita larut dalam kenyataan
Meski hingar di kepala
Beku dan hampa di dalam

Asa terus membumbung
Menuju satu cita
Adakah cinta menyapa
Ah.. itu klise

Biarkan angan berlari
Bergerak bebas di udara
Ini hidup
Adakalanya menangis

Bahagia kan hadir disela nafas

-Y- 



Rasa bergemuruh
Tapi kata terhenti
Pikiran mencoba merajut
Tapi kata kembali terhenti

Kata 
Sulit terucap
Jemariku tak mampu menulis
Biar rasa yang berbicara

-A- 



Jika tak mampu mengurai
Biarkan barang sejenak benang itu tergelung

Apakah selamanya kan runyam
Asalah yang memberi jiwa

Ini hanya fase
Esok kan ada damai
Mentari kan menyapamu

Resapi hangatnya
Nikmati harum bunga kenanga (kamboja) di pekaranganmu
Tersenyumlah pada keluargamu, kawanmu dan dunia

Mereka menantimu

-Y- 

Rabu, 24 Januari 2018

Dalam Diriku (Puisi SDD)

sinau: wiraga, wirama, wirasa



Dalam diriku mengalir sungai panjang,
Darah namanya;

Dalam diriku menggenang telaga darah,
Sukma namanya;

Dalam diriku meriak gelombang sukma,
Hidup namanya;

Dan karena hidup itu indah,
Aku menangis sepuas-puasnya

-Sapardi Djoko Damono (Hujan Bulan Juni)-




Rabu, 01 November 2017

Naif

Keluguan dan kenaifan itu pernah ada
Bahwa mereka tidak memandang perbedaan, menjadi rasis, dan dibelenggu eksklusifitas
Mereka menganggap bahwa nasionalisme adalah milik global
Manusia adalah warga dunia 

Kemudian sejarah yang indah itu seperti terselip
dijejalkan dan ditutupi hingga tak lagi nampak
Mungkin terlalu indah untuk diungkapkan kembali
Khawatir akan mengganggu dan menggoncangkan keimanan saat ini

Meskipun yang terjadi saat ini adalah gelombang besar dari kesalahan kecil
yang kemudian menjadi seperti mengalir bersatu dalam darah
mengisi setiap rongga-rongga kehidupan
dan menjadi sebuah jati diri
lalu nampak mengerikan

Mungkin bisa juga ketika mereka memahami
kemudian terjadi negasi
mereka tak sanggup menerimanya
apalagi untuk menyadari dan memahami bahwa manusia hanyalah sesama makhluk hidup
yang tak perlu berlomba ego
apalagi merasa paling benar dan harus dituruti

Untuk menanggalkan ambisi
melucutkan kesombongan
dan membuka secuil saja pikiran untuk menerima perbedaaan
akankah menjadi sulit? 

-Y-

*terinspirasi tayangan di Youtube: Historiografi Indonesia yang Rasis by Ariel Herjanto, Indonesia Calling by Joris Ivens.

Fungsi dan Tanda dari Barang Mewah

Di Minggu sore, saya baru selesai membaca koran Kompas yang ada di kolom Percik berjudul Kaca Pembesar Milik Semua Orang, ditulis oleh Petty...