Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Agustus 2022

Jalan-jalan ke Vietnam - Da Nang & Ha Noi

Kesempatan ke negara ini karena ada workshop kantor yang seperti biasa saya minta 1 hari perpanjangan untuk menikmati Vietnam. (6-11/8/2022). Kota tujuan utama adalah Da Nang, karena penerbangan yang terbatas, jadinya perjalanan pesawat saya harus transit di Ho Chin Min, lalu transit di Hanoi, lalu besok paginya baru penerbangan domestik ke Da Nang. Saya ada kesempatan menginap di Hanoi. Penerbangan saat berangkat menggunakan Vietnam Airlines.

Kali ini saya sama sekali tidak membeli sim card local, pede banget deh, sebab mikir saya banyak menghabiskan waktu di dalam hotel. Dan kebetulan kawan saya sudah beli, jadi saya dia saja yang pakai untuk pesan taksi dan penunjuk jalan kalau kita pas jalan kaki. Saya cuma butuh hp untuk foto-foto saja. Hehe.. Semua airport dan hotel sudah menyediakan free wi-fi. Dan hampir semua restoran di Vietnam sudah menyediakan wi-finya. Jadi pas makan malam di restauran luar hotel, saya minta petugas password wi-finya. 

Meal at Vietnam Airlines

Hanoi

Di sini saya tiba malam hari dengan memesan penginapan di Hotel De l'Opera di pusat kota. Dari bandara ke hotel naik taksi dengan tarif sekitar 500,000 Vdn. Semua taksi menggunakan argo di sana. Kalau di kota ada juga grab, jadi bisa kita memesan mobil atau makanan lewat Grab. Sama kayak Indonesia kan, relatif lebih murah dari Indonesia tarifnya.

Hotel De l'Opera Hanoi Vietnam
Hotel De l'Opera, Hanoi

Di hotel ini menyediakan payung di setiap kamar, pas ketika saya ke sana paginya turun hujan jadi bisa jalan-jalan ke luar memakai payung. Menu sarapannya enak sekali di hotel ini, Pho ayamnya pas sekali menghangatkan pagi yang lumayan adem diguyur hujan itu.

Melihat pemandangan kota Hanoi di sekitar hotel ini, tidak banyak gedung tinggi seperti di Sudirman. Bangunannya dominan berupa deretan low-mid rise saja. Kendaraan lalu lalang dengan ganasnya. Haha.. Tapi tetap tidak ada tabrakan ya. Klakson hal yang biasa di sana. Motor banyak.

 
Hanoi City
Hanoi

Da Nang

Da Nang Vietnam
Da Nang Beach

Di negri ini yang saya sangat suka adalah makanannya, cocok dengan saya. Kecuali saya memilih untuk tidak memakan daging babi. Jadi untuk segala pemesanan, pastikan bertanya dahulu agar ditunjukkan makanan yang bukan daging babi.

Saya menginap di hotel Pullman selaman 3 hari. Pemandangan dari lobi ke pantai sungguh cantik dari hotel ini. Pantai dengan pasir putih dan kamu bisa bermain mandi di pantai. kecuali saya yang tidak sempat menikmati pantai atau kolam renang cantiknya. 

Pullman Hotel Da Nang
Pullman Hotel Da Nang

Di kota ini, kami di ajak makan di luar hotel dengan makanan yang enak-enak semua di restoran terbaik sepertinya yang dipilih. Dan karena kebetulan rekan kerja ada yang vegetarian, jadi dipilih restoran yang menyediakan menu bagi vegetarian. 

Bep Cuon Danang

Bep Cuon Da Nang
Bep Cuon Da Nang

This is a very recommended restaurant (link for Bep Cuon Da Nang). Rasanya enak sekali, segar dan menunya sangat beragam. 

Hai San Pho

Hai San Pho Da Nang

Restaurant menu sea food. Saya suka oyster cheesenya dan makanan lainnya juga menurut saya enak. Tapi saat ke sana sepertinya tidak terlalu ramai, bisa jadi karena tempatnya lega banget. Coba lihat di sini ya lokasinya (google map).

Selain makan-makan, di kota ini bisa saya nikmati jembatan-jembatannya. Kalau sore saat weekend ada yang memancing, berlari sore, atau duduk-duduk di jalur pedestrian pinggir sungai. 

Vietnam Bridge
Vietnam Bridge



Saya ke sini tidak berharap bisa ambil foto jembatan dengan cantik. haha.. pertama karena keadaan tidak memungkinkan dan kedua karena memang saya tidak canggih, harap maklum rakyat jelata. haha..

Di kota ini saya juga berjalan ke pink cathedral, tempat ibadah kawan-kawan Katolik. Di sini wisatawan boleh mengambil foto tetapi hanya sebatas di luar gerbang gereja. Lihat info lebih jelas tentang gereja tersebut di sini ya (Pink Church Vietnam). Di gereja ini, saya menunggu kawan saya yang ikut beribadah sebentar di dalam gereja. Karena kebetulan pas waktunya misa sore. Jadi saya bisa merasakan hikmatnya ketenangan ibadah dari mereka. 

Pink Church Da Nang
Pink Church

Di Vietnam itu yang seru dan khas adalah tempat makan itu umumnya menyediakan bangku dan meja kecil buat tamu yang ditata di halaman atau jalur pedestrian dan menghadap ke jalanan. Jadi kalau di Indonesia kan biasanya bangku itu menghadap bentuk meja kotak atau bulat, jadi rombongan tamu akan saling bicara atau duduk berhadapan. Kalau di sini, semuanya menghadap jalanan. Dan bangku serta mejanya dibuat pendek, seperti bangku anak TK. Banyak tempat makan unyu-unyu di sini. Sama seperti Jakarta atau Bali.



Sempat beli oleh-oleh di pasar ini, tapi ndak tau namanya pasar apa. Hehe.. saya beli kipas dan magnet kulkas di sini.



Hoi An

Dari Da Nang, saya pindah ke Hoi An karena kota ini banyak suguhan eksotis yang menarik untuk dinikmati. Di kota ini saya datang berdua kawan saya lalu menginap di Up Town Hotel, semalam 500,000 Vdn, sekalian pesan taksi buat ke bandara jadi 800,000 Vdn. Lumayan banget fasilitasnya, ada shower air panas, bersih, wi fi ok, dan meminjamkan sepeda. Dekat hotel ini ada minimarket, banyak jajanan lokal, dekat atm, dekat taman kota, dan dekat terminal bis elektrik pariwisata ke kota tua Hoi An. Naik kereta mobil elektrik ini bayarnya 10,000 Vdn per orang. 


Hoi An lokasinya sekitar setengah jam dari Da Nang, dan 30-45 menit dari kota ini ke bandara. Di sini banyak hal menyenangkan yang bisa kamu nikmati. Kota tua dengan suguhan bangunan kuno, lalu kamu bisa ke pantai, dan tentunya menikmati makanan. nyam..nyam..

Chua Cau temple
Chua Cau Temple Bridge

Di hari kerja lumayan banyak turis ke sini. Jangan lupa kamu cicipi kopi dinginnya, kopi telornya, dan pokoknya semua perkopian. Belanja oleh-oleh di sini aja, jangan lupa tawar. Ada juga pasar rakyatnya, tempat yang pas buat borong oleh-oleh di sini. Kalau kehabisan cash, ada ATM di dekat pasar itu. Karena ga semua toko atau penjual siap dengan kartu. 

Cho Hoi An Vietnam
Cho Hoi An

Cho Hoi An Vietnam

Hoi An Vietnam
Old Town Hoi An

Kamu bisa ke pantainya, banyak di sini. Saya ke Bai Tam An Bang. Pantainya gratis dan banyak street foodnya. Naik taksi aja ke pantai, gampang pulang pergi ada. 

Bai Tam An Bang Beach
Bai Tam An Bang, Hoi An

Selain itu, di dekat hotel Up Town itu kamu bisa cicipin jajanan lokalnya. Hehe.. Saya nyobain tutut bumbu (keong kecil-kecil). Mirip dengan masakan kalau saya pulang kampung Ibu saya di Banten. Harganya per porsi 30,000 Vdn. 

Snail Sucking Vietnam
Snail Sucking Vietnam

Nah, satu ini mesti banget kamu cobain. Terkenal banget. Kalau di Jakarta kamu makan kudu ke Cali Deli yang premium ya. Di sini namanya Banh Mi di tempat makan Madam Khanh, dekat pasar letaknya. Tempatnya kecil saja, tapi rasanya enak banget. Rotinya kriuk lembut dalamnya, saya minta vegetarian, pakai telor, keju, tomat, selada. Hanya 20,000 Vdn.

Banh Mi Madam Khanh
Banh Mi Madam Kanh

Setelah hampir 3 tahun tidak naik pesawat, ini perdana langsung ke Vietnam. Alangkah bahagianya disuguhkan panorama pantai dan bangunan kuno yang indah, makanan yang lezat, serta suasana baru yang menambah kenangan indah berkelana ke negeri orang :)

-Y-

Selasa, 07 Mei 2019

Jalan-jalan ke New York .. (2)

Setelah cerita tentang Fifth Avenue Street dan Central Park di halaman sebelumnya, sekarang, saya bersiap berbagi pengalaman ketika menikmati hiruk pikuk kota di malam hari. Wah... makin semangat deh.. 

Broadway dan Time Square
Di sini semua adalah foto-foto suasana di Broadway dan Time Square, sore hingga malam hari (sayang kalau tidak disimpan diblog, hehe). Saya menghabiskan waktu sambil nyengir-nyengir tentunya di sini sampai sekitar jam 9 malam. Makan malam dengan street food, makan nasi pakai ayam, ala-ala timur tengah gitu, yang banyak banget nasinya habis 8 dolaran. Bisa makan di bangku-bangku yang disiapkan untuk pelancong di pinggir jalan sambil menikmati gemerlap lampu mall dan dari papan reklame. Ramai dan pokoknya uwooow banget. Sama seperti mall di Jakarta, tapi di sini 10 kali lebih heboh deh tata cahayanya.












The Empire State Building

The Empire State building
Sebelum kembali ke hotel, saya sempatkan untuk lihat gedung The Empire State. Wah, megahnya sambil ngebayangin film the Kingkong. hehe.. 

Karena malam dan dingin, jadi atapnya berkabut. Untung kamera hp lumayan mumpuni, jadi berasa kekarnya foto gedung ini.

Segini dulu ya, sebab setelah ini kembali ke hotel. Istirahat, buat siap-siap besok pagi, jelajah tempat yang lain. Semangat.

-Y-

Jalan-jalan ke New York dari Washington DC (1)

In New York,
Concrete jungle where dreams are made of
There's nothin' you can't do
Now you're in New York
These streets will make you feel brand new
Big lights will inspire you
Let's hear it for New York, New York, New York
(Alicia Keys song)

Senaanng banget bisa ke sini. Sampai sekarang masih berasa seperti mimpi bisa injak kaki ke New York (NY). Ingin teriak saking senangnya begitu. Perjalanan sabtu minggu, 5-6 May 2019 waktu NY, musim spring, suhu udara 12-19 derajat celcius disertai gerimis.

Baik, saya langsung cerita saja ya pengalaman saya ke New York. Buat berbagi ke teman-teman yang mungkin perlu informasi untuk bisa menikmati New York dengan damai.

Perjalanan ke NY saya bersama satu kolega wanita, jadi bisa sharing hotel dan juga makanan kalau porsinya besar.

Tips dari saya:
  • Amerika sim card untuk memudahkan kita selama perjalanan. Karena saya perlu peta untuk navigasi. Saya beli di Indonesia melalui tokopedia, dari Toko Kenikura Tour, harganya IDR349k (Sim Card America Data, ga bisa call dan tethering sih, tapi kan saya cuma perlu paket datanya saja buat cari alamat dan info saat sedang di jalan). Di toko ini, mereka bisa bantu aktifkan, jadi kita tinggal ikuti petunjuk saja.
  • Power bank ya. Supaya hp tetap on untuk cari petunjuk jalan dan foto-foto.
  • Baju dingin yang memadai dan sepatu yang nyaman. Karena di sini banyak jalan kaki, banyak pengalaman dan banyak kesenangan. Hehe.. Jika memungkinkan bawa payung lipat atau pakai hoodie jacket. Soalnya taksi mahal euy. hehe..
  • Karena banyak jalan, siapin obat-obatan kamu yang akan menunjang kesehatan dan kenyamanan selama perjalanan . Saya sempat mengalami pegel kaki, sebabbb jalan kaki terus kan ya. Kalau ini bukan saran ya, tapi saya agak curang kepada tubuh saya sendiri, kala nyeri kaki menyerang lalu saya segera minum ibuprofen... seketika nyeri linu hilang seharian. hehe..
  • Bawa botol ya dan banyak minum air putih untuk tetap menjaga stamina.
  • Bawa selalu tisu basah buat manakala ke toilet umum, karena ga selalu semuanya bersih.
  • Rajin-rajinlah melihat forecast cuaca, untuk antisipasi perjalanan.

Dari Wasington DC ke New York

Start saya dari Washington DC, karena saya sedang ada tugas di kota ini untuk beberapa hari. Ketika di DC, saya menginap di jl. Embassy Row, jadi dekat dengan Dupont Circle. Perjalanan ke NY dilakukan di hari sabtu dan minggu.

Washington Deluxe Bus
Nah untuk armada ke New York, dari hasil browsing, kami pilih bis karena terjangkau harganya dan bisa lihat pemandangan. Waktu perjalanan 4 jam. Kalau naik pesawat hanya beda sedikit dan waktunya 1-2 jam, tapi dari bandara ke kotanya perlu naik taksi lagi yaaaaang harganya lumayan banget buat orang macam saya. hehe.. kalau naik kereta bakal pusing, sebab bukan one ticket ride gitu, akan pusing pas sampai new york yang subwaynya banyak banget jalurnya.

Saya naik Washington Deluxe bus, harga tiketnya fluktuatif tergantung peak hoursnya. Saya naik yang jam 7 pagi dari Dupont Circle (1610 Connecticut Ave. NW) dan turun di 202 West 36th St, New York. Harganya $28 per trip, jadi PPnya $56 per orang. Dilakukan secara online. Kamu bisa pilih lokasi naiknya dan turunnya. 

Washington Deluxe Bus 
Bisnya luar biasa keren, petugasnya ramah dengan penjelasan safety trip yang disampaikan dengan apik, bisnya bersih, ada colokan listrik tiap bangkunya, luas, ada wifi yang lancar jaya, bisa pula nonton film dari daftar yang ada lewat hp, toilet yang bersih sekali dan ON TIME. Damai banget deh selama perjalanan dan bisa lihat pemandangan. Bangkunya terserah mau duduk di mana saja. Yang penting, bawa cukup makanan dan minum sendiri serta colokan model Amrik ya.

Bryant Park

Bryant Park, New York
Sesampainya di New York, wah excited banget, langsung norak deh saya. Ga berhenti senyum-senyum sendiri. Dari pemberhentian terakhir di West 36th street. Kami langsung menuju ke hotel dengan jalan kaki. Dan bersiap dengan berjalan kaki sahaja untuk 24 jam ke depan (dikurangi jam bobo ya hehe..).  Kami disambut gerimis oleh New York, udara sekitar 15-17 derajat celcius. Kami cukup pakai sweater dan jacket plus penutup kepala. Kalau kamu punya hoodie jacket akan lebih praktis.

Sebelum tiba ke Hotel, kami mampir dulu di Bryant Park untuk menghangatkan badan. Waah.. ini tamannya cakep banget. Bersih, rapih, hijauuu. Saya ga berhenti berdecak kagum. Ada cafe dan toko rotinya. Saya minum kopi dulu di sini, biar tetap segarrrr. Harga kopi sekitar $3.5. Asyik deh menikmati pemadangan taman di tengah gedung bertingkat. 

Bryant Park, New York
Nginap di Hotel Pod 51

Hotel ini kami pesan melalui online. Harganya sekitar IDR3,4juta permalam sudah termasuk pajak dan tanpa breakfast. Fasilitasnya adalah kasur bertingkat dan kamar mandi bersama (shared bathroom). Hehe.. menarik ya. Karena kami berdua, jadi bisa patungan. Hotelnya bersih dan nyaman sekali, suasananya tenang dan tidak terlalu kota, jadi asik. Di dekat hotel ada resto asia kok. hehe.. hepi banget.

Pod 51 Hotel, New York. Bunk bed and Shared bathroom. Lampu merah di atas pintu itu menandakan toilet nomor berapa yang available. Di toilet sudah ada sampo, sabun dan tissue. Bersih dan lega toiletnya. Kamarnya hangat dengan tv per bed.

Setelah cukup waktu untuk check in, cek kamar mandi dan fasilitas, serta memilih barang secukupnya yang perlu kami bawa untuk jalan-jalan, langsung kami bergegas ke destinasi selanjutnya.


Fifth Avenue Street
Fifth Avenue Street, Manhattan
Keluar dari hotel, kami menyusuri 5th Avenue yang tersohor itu, fancy street dengan beragam toko-toko yang pasti sudah bagus dipandangi saja dan bukan buat belanja, haha.. sebab bisa-bisa gaji sebulan cuma bisa beli remah-remah saj gitu. Jalan ini pernah dinobatkan sebagai jalan termahal dan ter-elegan sedunia. Cuit-cuit banget kan. Berasa jadi temannya mbak Carrie Bradshaw-nya Sex in The City.. uhuk..

Central Park

Setibanya di sini, saya ga berhenti senyum-nyengir, senang banget. Indah, bersih, udara dan pemadangan yang sungguh membuat bahagia. Tempat berkumpul, bercengkerama, unjuk kebolehan, melamun, foto-foto, lengkap dan asik banget. Jajanan juga banyak tersedia di beberapa titik taman. Sebelum mulai eksplorasi, bisa browsing dulu (things to see and do) atau beli peta yang dijual di "Information Kiosk" seharga USD2 (hitung-hitung buat donasi). 

Saya jelajahi hanya sebagian kecil saja, sebab luas sekali pusat taman di New York ini:

Di sini juga bisa naik delman, hehe.. tapi kita serasa jadi ratu dan raja gitu :)

Beli pretzel untuk coba-coba dan ganjal perut, satunnya 3dolar

The Lake, merupakan 20 hektare danau merupakan badan air alami terbesar di Central Park. Kontrak pemandangan alam dan gedung-gedung tua dan modern di seberangnya.

Balto. Siberian Husky yang berhasil memimpin 20 tim kereta luncur anjing saat salju hebat dengan suhu minus 40 derajat pada track berbahaya sejauh 85 km membawa obat untuk menghentikan wabah penyakit diphtera tahun 1925 di Nome, Alaska

Literally Walk. Pohon Elm yang memberntuk kanopi di jalur pedestrian ini, indah banget dan bagus buat foto-foto,

Daniel Webster Monument


Bow Bridge, Central Park

Bethesda Fountain. Di sini, banyak orang melempar koin ke dalam kolam sambil mengucapkan doa, konon supaya terkabul. Terus nanti ada homeless yang ambilin koinnya, kalau 1 dolar yang di lempar kan lumayan dapat 10. hehe..

Minton Tile Ceiling at Bethesda Fountain. Hall terbuka yang dibuat dari ubin keramik klasik buatan Minton buatan tahun 1800an, membuat ornamen dinding dan langit-langit terlihat megah dan indah. Di sini biasanya ada atraksi menarik, dengan suasana klasik dan syahdu, penampilan atraksi jadi tambah magis.

Cherry Hill. Tempat yang seru buat duduk-duduk, baca atau merenung.
---

Kira-kira dari sejak sampai New York jam 12 siang itu dan sampai dengan muter-muter di Central Park itu sampai jam 4-5an sore. Apa kabar badan? tentu saja kaki pegal, tapi semangat terus membara. Hehe..

Untuk destinasi lanjutan, lihat halaman berikutnya ya)

-Y-

gentle and tender

..tulang makin terasa lemah, pelan-pelan merawatku.. dengan sabar kau ucapkan huruf demi huruf dan menuntunku memahami kata-katamu  semangat...