Selasa, 29 April 2025
Perangkai Buruk
Senin, 06 Januari 2025
Generasi Roti Lapis?!
Di kamus ada istilah breadwinner yang artinya anggota keluarga yang pendapatannya sebagai sumber utama untuk mendukung kebutuhan keluarga. Jaman dahulu biasanya suami, kini bisa saja istri, atau anak. Anak yang kemudian jadi dewasa dan punya pendapatan sendiri, kemudian menikah bahkan mungkin punya anak sehingga perlu menghidupi keluarga sendiri. Namun, anak dewasa ini ada tuntunan untuk merawat orangtua dan atau saudaranya, sementara pendapatannya juga untuk mencukupi kebutuhan hidupnya maka tanggung jawabnya menjadi berlapis, disebut generasi roti lapis atau sandwich. Pada dasarnya sih anak dewasa ini ya adalah breadwinner dengan beberapa lapis tanggung jawab. Lapis atas adalah tanggung jawab merawat orangtua dan/atau saudara, lapis tengah untuk dirinya, dan lapis bawah untuk kebutuhan anaknya baik kandung atau anak asuhnya.
Generasi sandwich jumlahnya 71juta di sini! Banyak juga ya, termasuk gen -x, gen-y, dan gen-z. Tapi, saat ini media concern dengan gen-z karena mereka baru masuk dunia kerja yang dianggap belum stabil keuangannya, tetapi harus memenuhi kebutuhan orangtuanya, jadi terjerat pinjaman instant.
Hmm.. yang sekarang jadi gen-x dan gen-y ya juga begitu dulu. Baru dapat kerja, udah bayarin kebutuhan di rumah, mostly, it’s because of moral beliefs, but to be exact, it’s more of a moral obligation. Ini tuh pilihan, bukan kewajiban! so.. salut luar biasa buat kamu yang memutuskan jadi tulang punggung keluarga.
Cumaaa.. bedanya, gen-x dan gen-y itu dulu ga perlu afirmasi untuk diterima di masyarakat. Ga tergoda ke cafe, ga ada godaan live sale, ga kenal fomo, dan ga kenal pinjol. Just hemat in any way, adalah kuntji!
Dipikir-pikir.. kalau dilihat dari umur, gen-x bisa juga penyebab jadi beban buat gen-z. Kasian amat.
But, don’t worry, you’re not the most miserable person on the planet. You’re not alone!
![]() |
| ini burger, roti lapis bentuk bulat.. hehe.. |
Kalau kamu termasuk dalam golongan ini, atau naga-naganya kamu adalah calon atau berpotensi jadi golongan ini (baca: generasi sandwich), basic target hidup adalah you must be financially independent! Ya iyalah, gimana mau bayarin ortu kalau hari-hari masih minta, belum lagi kita juga ingin bantu adik atau sodara. Maka.. Ga perlu pusing ga pake baju gaul, cukup modal beberapa baju, lalu pinter matchingin baju. Cuek ajalah bajunya itu-itu aja, yang penting bisa sisihin uang untuk keperluan rumah, dan nabung!
Lalu, waktu berlalu.. cepat.. tak terasa.. kamu pun menua. Dan, yeay.. kita punya tabungan. Ini belum ngomongin, dana darurat, investasi, dan lain-lain kebutuhan yang menjulang tinggi itu. Just, start with manage your money wisely, be sincere, and keep productive!
If someday, somehow, you finally achieve financial freedom, you’ve conquered the world! amen.
-YA-
Minggu, 02 Juni 2024
Belajar Menari dengan Legowo
Saya sedang belajar menari.
Dengan belajar menari, saya dapat merasakan bahagia, menikmati raga yang sehat, dan rupanya satu hal lagi yang saya pahami adalah pengalaman untuk belajar berserah diri saat menari di panggung bersama teman-teman penari. Pengalaman tersebut dialami dengan proses yang saya nikmati.
![]() |
| Gerak "sembahan silo" Bedahaya Duradasih, Penari "Arkamaya Sukma", 26 Mei 2024, Surakarta, foto Cokhy |
Saya belajar menari dengan melatih iklas, menata pikiran dan hati, serta membuka diri agar lapang dada dengan jalan melawan hawa nafsu dengan menekannya perlahan-lahan. Nafsu amarah, nafsu terhadap kesenangan yang berlebihan, nafsu terhadap keinginan yang tak ada habisnya. Proses menahan hawa nafsu yang tak perlu dilakukan serba tergesa, cukup perlahan dengan menakar dari kemampuan saya sendiri dengan tujuan yang terbaik. Saya belajar ini dari semangat yang sama yang saya peroleh dari kempel itu.
Saya beruntung mendapat komunitas yang memiliki kekuatan yang sama untuk ingin terus belajar meningkatkan kualitas gerak, ingin bersama-sama lekat dan lebur, ingin bersama-sama menghargai dan tenggang rasa.
Dengan belajar menari, saya diajarkan untuk legowo atau berserah diri dengan apapun yang terjadi setelah sebelumnya berupaya kuat dengan ikhtiar dan menyerahkan segalanya pada semesta. Legowo merupakan bentuk doa dan kontemplasi, adalah suatu hal yang membuat saya menemukan kedamaian.
Salam budaya,
-YA-
Belajar Menari dengan Kempel
Saya ingin mengurai di sini tentang kempel dalam menari. Tentu tulisan ini maksudnya supaya saya bisa membaca kembali sesuatu yang menarik bagi saya, yaitu kempel.
Kempel adalah istilah dari bahasa Jawa yang kerap guru menari saya sampaikan dan semakin ke sini, semakin saya mulai paham akan pentingnya hal ini. Dari kamus bahasa Jawa, kempel ini ada 2 arti yaitu lekat-lekat, lengket atau tidak hancur/remuk; dan kumpul.
![]() |
| Posisi "jengkeng" Bedhaya Durodasih, Penari "Arkamaya Sukma", 26 Mei 2024, Surakarta, foto Cokhy |
Dalam menari sungguh ditekankan untuk dapat melakukan gerak tari yang sejalin dengan para penari lainnya. Maksudnya adalah agar saya tidak menari sendiri tanpa memperhatikan gerakan penari lainnya terutama yang terdekat dengan saya, misalnya rekan penari di sebelah saya atau di depan saya. Karena menari bersama grup artinya adalah satu gerak melekat satu sama lain yang berkumpul hingga aura gemulai indah akan dirasakan oleh yang menonton. Kempel menuntun saya untuk peka tidak hanya terhadap apa yang sedang saya lakukan, tetapi terhadap yang terjadi di sekitar saya untuk segera saya melebur dengan tarian yang dibentuk oleh grup. Dengan begitu maka saya diajarkan untuk menurunkan level ego atau ke-aku-an dan melatih tepa selira. Sungguh indah bukan,
Dengan kempel ini, saya diajarkan untuk dapat memilah kata dan waktu yang tepat jika ingin menyampaikan suatu hal terkait dengan kualitas gerak dengan sesama penari. Jika tak mampu mengetahui hal itu, maka diam adalah yang terbaik dan fokus pada terus mencari gerak dan belajar meningkatkan kualitas gerak tari diri sendiri yang tepat. Saya berupaya menyerahkan segala kritik dan saran dengan sesama penari kepada bu guru menari yang adalah paling sempurna untuk hal tersebut. Namun demikian, saya senang dan terbuka jika sesama rekan penari memberikan masukan atas tarian saya, karena sama-sama belajar menjadi memiliki empati yang biasanya sama dalam prosesnya. Saya berupaya siap membuka pikiran saya untuk belajar menerima masukan dan memperbaiki mutu menari.
Kempel ini membuat saya belajar akan nikmatnya solidaritas. Penari-penari yang berbeda latar belakang, motif menari, dan apa yang ada dalam isi kepala, tentu menjadi lebur saat ingin menghasilkan tarian yang indah. Saya suka suasana ini. Bu Guru selalu memberikan yang terbaik untuk melatih kami dengan segala cara dan metodenya.
Dengan segala keterbatasan waktu, sisa energi, dan prioritas, serta stamina yang terbagi antara berkesenian dan kehidupan sehari-hari, saya dengan bangga dan bahagia bergabung dengan komunitas ini dan telah dididik oleh bu guru menari yang saya hormati. Saya dapat merasakan gairah dan semangat dari Bu Guru saya yang ingin menciptakan suatu karya yang apik dari kami (saya dan rekan penari) yang penuh keterbatasan ini. Bu Guru telah menularkan saya gairah itu, dan memberi saya pengalaman untuk terus belajar kempel dan bersama-sama menari dengan bahagia.
Ya.. saya bahagia. Terima kasih Bu Guru.
Salam kempel,
-YA-
Belajar Menari dengan Wirama
Saya sedang belajar menari. Dengan berlatih menari, saya belajar berkesenian. Suatu seni gerak yang menuntut fokus dan melatih kepekaan serta mengajarkan hikmah legowo (legawa atau berserah). Fokus terhadap hapalan gerak yang tepat dan runut, menitikberatkan detail kesesuaian antar anggota tubuh, duhai wajah dan tolehannya sambil menunjukkan ekspresi, bersamaan dengan jemari yang lincah mengikuti arahan sang pergelangan tangan, yang senantiasa seiring dengan langkah kaki atau sesekali hentakan kaki menebaskan samparan (kain panjang di ujung kaki) hingga nampaklah kekuatan gerak dan kain yang dikenakannya. Menari yang mengolah gerak tubuh ini, melatih fokus dan kepekaan terhadap alunan musik disepanjang prosesnya. ![]() |
| Bedhaya Durodasih bersama Arkamaya Sukma, acara Nemlikuran (26 Mei 2024), SMKN 8 Surakarta, foto by @panglembara (IG) |
Fokus yang memerlukan ketenangan berpikir dan mengenal nada. Saat ini saya merasa sediikiiit ada perkembangan dengan mulai mengenal irama dibandingkan 5-7 tahun lalu, meski demikian saya sekarang ya masih buta akan alunan indah nada dari musik gamelan saat saya menari. Sungguh proses yang masih sangat panjang untuk dapat memahaminya. Padahal gerakan yang sesuai dengan irama dari alunan gamelan adalah syarat penting untuk dapat menciptakan gerakan yang indah. Wirama kata guru saya. Saya akan terus berusaha mempelajarinya.
Saya percaya semakin banyak berlatih dan terus belajar, maka akan menunjukkan hasil yang jauh lebih baik dan niscaya mendekati sempurna. Definisi menari sempurna buat saya adalah bukan seperti penari Keraton atau penari seni beneran atau penari profesional ya, tentu saya bukanlah apa-apa dan tidak akan mampu mencapai hal tersebut.
Definisi menari yang baik buat saya adalah menari dengan indah dari segi gerak kepala, eskpresi wajah, gerakan tangan, jemari, kaki, mendak, dan tubuh yang benar, runutan hapalan gerak tari yang tepat, mengikuti alunan musik dengan benar, menjalin chemistry yang kuat secara emosi dan lekat gerakannya sesama penari, serta menikmati setiap gerakannya dengan pikiran yang tenang, fokus, dan merasakan tentram.
Saya ingin menari dengan bahagia, dengan pancaran aura keindahan dan kedamaian yang tidak hanya dari saya, tetapi juga dirasakan dan ditunjukkan oleh sesama penari, dan tentunya dapat dinikmati bagi yang berkenan menyaksikan kami (saya dan teman-teman) menari. Sehingga, suatu hari nanti, tujuan melestarikan budaya dari hamba sebagai rakyat jelata ini dapat terwujud dengan konsisten.
Dengan itu, maka saya belajar menari. Salam budaya.
-YA-
Rabu, 27 Maret 2024
Pilihan dan Alamat Rezeki
![]() |
| Phewa Lake Pokhara, Nepal |
Sabtu, 21 Oktober 2023
Menjadi Dewasa
Buat saya, dewasa itu berarti mampu menahan perkataan yang tidak perlu ada argumen dari isu yang tak penting, ini satu hal isu tak penting ...
-
Dulu ketika kuliah, punya sepatu bermerek dan (bagi saya) mahal, rasanya seperti mau terbang, percaya diri tumbuh seakan-akan posisi sosial...
-
Last year, I labeled it the most headache year, but also amusing cause I achieved the highest level of my education so far. Surprisingly, t...
-
Program Bayi Tabung 11 Juni 2015 Waktunya untuk pengambilan ovum (sel telur) atau disebut ovum pickup (OP). Kali ini dilakukan d...






