Minggu, 08 Februari 2015

Jurnal Curhat Usaha menuju Bayi Tabung (Bagian 1)


"Setiap orang memiliki kebutuhan, keyakinan, pengetahuan dan rencana dalam menjalani hidupnya masing-masing. Tentu tidak harus sama dan pastinya berbeda dalam detail."

Masyarakat kita sungguh menjunjung tinggi ikatan kekeluargaan, di mana unsur yang terlibat adalah orangtua dan anak, lalu berkembang menjadi sebutan nenek, kakek, ibu, ayah, anak, cicit, tante dan lain-lain. Untuk kemudian, saya akan sedikit membagi pengalaman tentang rencana memiliki anak. Pertama, saya berusaha dengan mengikuti program agar bisa hamil (bahasanya ndak enak ya. hehe..).

Keputusan yang saya ambil tentu melibatkan persetujuan dari pasangan. Apapun yang telah terjadi, bukanlah tanpa alasan. Adapun kejadian yang saya dan pasangan alami, pastilah sesuai dengan kondisi, waktu, pemahaman, dan kemampuan yang kami miliki. Jadi, kami seringkali (sengaja) acuh dengan apa yang orang katakan tentang kami.

Uterus
Di awal menikah, saya coba ke dokter kandungan. Saya datang sendiri. Niat saya memeriksakan kandungan. Lalu dokter kasih obat yang terkait dengan TORCH. Saya tahu ini tahap awal, sekedar untuk mengetahui kondisi kesehatan kandungan saja. Lalu untuk pengecekan rutin, saya lakukan pap smear. Kami menunda kehamilan selama hampir enam tahun. Penundaan dengan cara alami, tanpa alat KB. 

Pada tahun keenam, tahun 2013, kami berniat untuk punya momongan. Kami coba dengan cara alami. Untuk itu, kami mulai cari info dokter yang bisa memeriksa kondisi kandungan lebih dalam. Dengan bermodalkan tanya kepada orang yang berpengalaman. Lalu saya mendapat referensi Prof. Marsis. Saya dan pasangan konsul di RS Bunda (pasiennya banyak, antrinya lumayan.. hehe..). Hasilnya, saya disarankan untuk melakukan hidrotubasi

Prinsip hidrotubasi adalah meniupkan cairan dengan alat melalui vagina hingga menuju saluran telur. Lebih lengkapnya bisa dibaca di Link ini. Hehe.. sayangnya dengan metode ini, pasien harus dibiuskan dan tindakan dilakukan di kamar operasi. Tindakan hirotubasi ini dilakukan di RS. Budi Jaya.  

Hehe. jadilah saya dibius. Tindakannya sekitar 10 menit saja, tapi sisa obat biusnya sekitar satu-dua jam. Setelah itu, terasa mual dan saya muntah. Kata orang, ya begini rasanya hangover. hihi..

Hasilnya, kata suami saya dari infonya perawat kalau pada saluran tubanya ada sumbatan di sebelah kiri, namun tidak terlalu berbahaya. Perlu diterapi, (semacam alat yang memancarkan hangat), supaya bisa normal. Saat saya sadar, Prof. nya sudah pulang. Jadi memang kudunya sih konsul lagi. Tapi karena saya pada waktu itu trauma dengan tindakannya, maka saya males konsul lagi.

Jadi, ceritanya saya abaikan saja hasil dan saran perawat itu. Kami lanjutkan rencana memiliki anak dengan mengandalkan kalender. Oh iya, ada aplikasi android untuk mengetahui kapan kita ovulasi, masa subur, dan mulai haid lho. Menarik lho dan cukup akurat, namanya: MyDays. Selama hampir satu tahun kami lakukan cara alami, ternyata belum membuahkan hasil.

Tahun 2015, kami mulai berniat periksa ke dokter dengan intens. Saya mulai rajin menanyakan kepada teman-teman yang sudah pernah hamil. Setiap dokter yang direferensikan, kemudian saya cek di internet mengenai profil dokternya. Saya telusuri testimoninya. Saya cari tempat dan waktu praktiknya. Selain itu, saya buka situs-situs chat di internet mengenai profil dokter, seperti di ibuhami.com, theurbanmama.com, infobunda.com, dll. Karena keinginan saya adalah memiliki anak, maka saya cari dokter yang memiliki keahlian tentang fertilitas. 

Akhirnya, saya dapat referensi dr.Gunawan Dwi Prayitno. Beliau praktik di RSPAD, Gatot Subroto Klinik Fertility Center setiap selasa dan jumat jam 09-12 WIB. Melihat jadwal praktiknya di hari kerja, saya dan suami mengambil beberapa hari cuti agar tidak diganggu oleh pekerjaan.  Saya mendaftar melalui Paviliun Kartika RSAPD.

Di awal pemeriksaaan, dokter menanyakan riwayat kami, jadi kami ceritakan tentang pernah hidrotubasi oleh Prof Marsis. Lalu dr. Gunawan melakukan USG. Tenang aja Bu, kalau hanya USG, dipersiapkan oleh perawat/suster, dokternya tinggal menggerakkan tangkainya saja dan melihat ke monitor TV, jadi suami juga dapat melihat hasilnya. 

Saat kontrol pertama kali, saya dalam keadaan masa subur. Jadi kelihatan sel telur di dalam saluran sebelah kiri. Dokter menyarankan agar suami juga diperiksakan spermanya. Lalu saya diberi resep dan jadwal untuk melakukan senggama.

Biaya yang dihabiskan, 23 Jan 2015:
1. Konsul + admin = 240.000
2. Periksa sperma = 150.000
3. Obat penyubur wanita (prohelic)= 195.000
4. Obat penguat rahim (dupaston)= 400.000

Usaha ini belum berhasil membuat saya hamil. Selanjutnya, saya akan sharing pengalaman saya. Sengaja menampilkan biaya yang dikeluarkan supaya juga menjadi perhatian bagi yang lain saat hendak melakukan program ini. Karena program ini, mestilah di luar biaya tahunan rumah tangga, apalagi biaya bulanan. Jadi soal budget, menurut saya penting sekali untuk kesehatan kantong kita. Hehe..

Berikut ini ada tips, meski saya belum berhasil hamil.. paling ndak berdasarkan pengalaman.. ada baiknya sih tips berikut ini diperhatikan. Baik untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. hehe..


Tips untuk rencanakan kehamilan (ini berlaku untuk suami dan istri):
  • Makan-makanan yang bergizi dan sehat, dan hindari makanan dengan pengawet dan kopi (karena dapat menurunkan kualitas sel-sel primordial). 
  • Olahraga yang teratur : selain dapat membugarkan tubuh, juga dapat membuat kita happy dan selalu berpikir positif. 
  • Untuk menetukan dokter pilihan, sebaiknya browsing dan cari tahu sebanyak-banyaknya tentang profil dokter dan jadwal prakteknya tsb. Baca testomi dari internet atau tanya kepada teman yang berpengalaman.
  • Pilih lokasi praktek dokter yang mudah dijangkau untuk menghindari stres yang tak perlu karena macet dan menunggu terlalu lama.
  • Atur waktu luang anda dan pasangan yang memang didedikasikan untuk konsultasi. Sebaiknya ajukan cuti, agar konsultasi dapat berlangsung rileks dan nyaman.
  • Selalu berpikir positif : untuk menerima apapun keadaaan yang kita alami.
  • Cari tahu tentang metode dan biaya periksa kandungan dan sperma. Supaya dapat dimasukkan pada budget rumah tangga, karena biaya tidak sedikit menurut saya.
  • Cari tahu tentang cara dan biaya untuk memiliki anak dengan cara tidak alami. Untuk dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial kita.
  • Jika memungkinkan, terbukalah dengan keluarga mengenai kondisi anda, supaya mendapat dukungan moral dan siapa tahu juga dapat dukungan material. hehe..
Sekian dulu, akan saya sambung lagi di Bagian 2.

-Y-

Selasa, 16 Desember 2014

Kata Kau

kau kagum akan khidmatnya; 
kepada sesuatu yang pernah kau mengerti
seperti pelita di balik kaca tipis yang tak pernah padam
sedang jelaga (seolah) tak boleh hadir; 
harapan membumbungkan bara itu

hari demi hari, jam demi jam, menit demi menit,
bukan tujuannya;
selain kepada sesuatu seperti yang pernah kau mengerti,
tapi kau (ingin) tak peduli, itu masa lalu, belum lalu yang sangat,
itu hanya fasenya, kata kau

tapi kau tak begitu, dulu, kata kau
kau berbeda, tidak seperti ia, kata kau

kau pun tak berharap tuk kembali seperti dia, 
sekejap waktu menyulapmu;
hamster tak lagi masyuk bermain roller coaster,
pensiun sebagai pengerat,
bermimpi menjadi elang,
kuat, bebas, sakti

ia tunduk akan waktu yang ditandai oleh gaung, tak acuhkan yang lain,
tak penting barangkali,
kecuali menjadi pelengkap yang tak menarik,
meski jelas arti hak dan batil, 
tak jua membuka mata 

barangkali kau dianggap batu, karena kau tak seharmoni
seperti sungai yang dijanjikan,
kau timbulkan riak yang merubahnya jadi gelombang,
tidak indah;
padahal air kan menyatu kembali, pikir kau 

kau hanya menghibur diri kawan,
tapi siapa yang tak ingin terhibur?
ia bak jalan di padang pasir
berjumpa oasis (yang barangkali palsu), gumam kau

ah sudahlah, hari sudah malam
tutup buku dan pejamkan mata

selamat malam

-Y-

Senin, 15 Desember 2014

Petualangan ke Bandar Lampung

Kali ini namanya liburan spontan. Hehe.. sebab rencananya hanya ingin menikmati pantai, tetapi karena salah sangka, he.. liburannya jadi seru banget.

Begini.. awalnya ingin memenuhi undangan seorang kawan di Cilegon. Dalam perjalanan menuju lokasi pesta, kami melewati pelabuhan Merak. Tak disangka ternyata partner saya juga siap jadi supir cabutan.

09.00 WIB: Dari Jakarta, jarak ke Merak sekitar 118 km, isi bensin sekitar 30 liter, dengan tarif tol 36.000. Karena bukan hari libur, jalan tol lancar saja.

Pesta Perkawinan

12.00 WIB: Biasanya di setiap daerah, punya ciri yang khas ketika menggelar pesta. Kali ini, saya mau bercerita sedikit hasil amatan tentang pesta perkawinan di Cilegon (14/12/2014).


Yang namanya pesta pasti seru dan ramai. Ada saja sesuatu yang tampak, lalu membuat kita tersenyum. Nah, soal makanan ya. Kebanyakan sih mirip dengan makanan di pestanya Jakarta. Satu yang menarik perhatian, yaitu apem. Ini dihidangkan khusus lho. Rasa apemnya tidak seperti apem biasanya yang rasa pandan atau gula merah, tapi plain aja atau tawar. Lalu disiram dengan kuah gula merah,baru terasa sedapnya.
 
Apem Gula Merah
Soal hiburannya, para tamu dijamu dengan musik irama gambus. Wih, serasa di padang pasir. Pemain musiknya sudah pada kawakan deh kelihatannya dan biduannya....aduhai cantik-cantiknya. Lihat saja foto di bawah ini. Saya sangat terhibur :)


Nah.. sudah cukup ya di pestanya. Sekarang kita mulai menelusuri bagian yang asik. 

14.00: Untuk menyeberang ke Lampung, kami melalui pelabuhan Merak. Untuk masuk ke dalam kapal feri, satu mobil dikenakan retribusi 360.000. Hehe.. lumayan mahal ya. Kalau per orang tanpa kendaraan, sepertinya lebih murah. Sttt.. ini kali pertama saya naik kapal feri. wiihh.. i felt so excited :)

Menuju Kapal Feri
Menuju Lampung 
Setelah memarkirkan mobil di geladak dasar, penumpang diarahkan ke geladak atas. Setibanya di geladak atas, banyak anak-anak kampung yang menawarkan hiburan atraksi, yaitu mereka siap terjun dari lantai teratas kapal lalu melompat ke laut. Syaratnya, penumpang melemarkan uang ke laut. Sebaiknya uang kertas, lalu mereka akan melompat dan memungutnya. Sekedar 1.000, 2.000 atau 5.000. Mereka senang dapat duit, penumpang juga ikut terhibur. Tegang dan mereka santai saja mengambang-ngambang menunggu uang yang dilemparkan lagi. hehe.. ada-ada aja deh,
  
Atraksi Anak Merak
Oh iya, di geladak penumpang ada ruangan yang berAC dan yang tidak. Kamar mandinya bersih dan nyaman. Cuma saja sayangnya di tempat ber-AC atau di geladak ruang terbuka, orang yang merokok itu bebas banget. Mesti, pintar-pintar cari tempat yang nyaman. 
Geladak Penumpang
Kafetaria juga tersedia, lalu ada hiburan dangdut. Karena suara musiknya hingar banget, saya lebih milih lihat-lihat laut saja. Lah wong jarang-jarang lihat laut, jadi saya puas-puasin.
Pemandangan Pelabuhan Merak
Perjalanan Merak-Lampung memakan waktu 3,5 jam. Lama karena ketika tiba di dekat Lampung, kapal harus menunggu hingga pelabuhan siap menerima kapal untuk berlabuh. jadi tiba di Lampung jam 5.30 sore. 

Nah, karena sudah sore dan sulitnya mencari penginapan di Lampung Selatan, lalu kami bergegas menuju Bandar Lampung. Supir cabutan siap beraksi.

Lampung in Action

17.30 WIB: Katanya jalan raya lintas Sumatra ini cukup rawan, jadi diusahakan tiba di Bandar Lampung sebelum gelap. Wah.. mana mungkin. Tapi dengan kekuatan super, eh supir.. diusahakan ngebut. Kebetulan jalanan tidak ramai kendaraan, tinggal truk-truk lambat saja yang jadi penghambat. Cuman karena itu jalan kampung, tetap harus berhati-hati manakala ada yang tetiba menyeberang.




Menuju kota berjarak 97 km, sekitar 2,5jam kami melaju. Sampailah di kota Bandar Lampung. Segarrrr... karena kota habis diguyur hujan. Kami menginap di Sheraton hotel, tarifnya 650rb. Tidak terlalu mahal dibandingkan hotel-hotel di Bandung atau Jakarta tapi nyuaaaman sekali hotelnya. Sangat direkomendasikan lho. Barangkali kalau tidak spontan, akan lebih murah lagi.

20.30 WIB: saatnya mengisi perut. Ah... tanpa persiapan ini kami kesulitan mencari kuliner yang mumpuni. Melajulah kami ke J. Arief RH. Ada resto Kembang Pandan. Tempatnya bagus, harganya terjangkau dan rasanya lumayan. Kami cobain gurame kecap kacang plus pete dan pindang iga. Sayangnya rasa petenya belum menyerap di ikan, tapi tetap sedap sih, soalnya laper berat. Berdua makan harganya tidak sampai 100rb. Sedap kan. Murah meriah.

 
Gurame Bakar ala Kembang Pandan
Lampung di Pagi Hari

(14/12/2014) Setelah sarapan gratisan hotel, hehe.. karena bangunnya kesiangan. Saatnya menikmati kota dan berburu oleh-oleh.. hehe...

Setiap bangunan di kota selalu dihiasi dengan siger, yang menjadi ikon dan kekhasan kota. Siger ini simbolisasi sifat feminin lho, filosofinya tidak hanya sebagai lambang tetap juga untuk mengangkat nilai feminisme. Keren ya :)




Setelah puas muter-muter, kami menuju pusat oleh-oleh panganan. Kami pilih yang terkenal dan paling ramai yaitu toko Yen-Yen. Letaknya di dekat klenteng. Nuansa Pecinan terasa sekali. Kalau mau membeli suvenir kain batik khas Lampung, bisa ke toko Souvenir Lampung. Bagus-bagus lho, corak khas Lampung itu berani, ramai dan warnanya cerah-cerah.




12.00: Usai sudah menikmati kota Bandar Lampung, saatnya kembali ke Jakarta. Tarif masuk Pelabuhan Bakehuni sama yaitu 360.000. Jangan lupa tambah biaya tol, di Lampung kami mengisi bensin lagi untuk persiapan perjalanan. Tiba di Merak jam 4 sore. Lalu perjalanan dilanjutkan dan kami sampai rumah jam 8an malam.



Kalau membayangkan angin laut saat kapal melaju dan menerpa tubuh, wih.. asik deh. Sekarang, sambil merem pun, saya masih dapat merasakannya damai dan syahdunya, hehe..  :) 

Yuk ayuk ke Lampung ...

-Y-

Kamis, 27 November 2014

Selamat Pagi!

Katanya, hidup penuh gairah
saat jiwa bersemat asa
hingga mengurai gelisah
dan mencipta hangatnya nuansa

Seperti senja yang akrab dengan pekat
menjemput fajar dengan semburat cahaya kuning kemerahan
tuk bersiap memangku pagi
meski awan sedikit kelabu menggelayut di langit

Telur dan roti telah siap di meja
teh hangat pun turut serta
namun tak sempat  kau sentuh
kau tergesa, baiklah

Telah kita tuntaskan rasa penat kemarin
dibuang saja dengan tidur tanpa mimpi
bersiap menyambut hari
merajut asa kembali
tuk warnai hidup 

Selamat pagi :)

-Y-

Selasa, 11 November 2014

Aku Ingin

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu


aku ingin mencintaimu dengan sederhana:

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada


(Sapardi Djoko Damono-1989)

Minggu, 19 Oktober 2014

Peduli dan Fanatik

Ada kalanya orang terlihat tak peduli akan keadaan sekitar. Setidaknya penyebabnya ada tiga kemungkinan. Pertama, mungkin tidak peduli karena benar-benar tidak tahu sehingga tidak ada kesadaran untuk peduli. Kedua, mungkin tergolong orang-orang yang menghindari konflik. Artinya, sesuatu hal yang dipahaminya dan diketahuinya berbeda dengan orang lain atau dengan keadaan di sekitarnya, kemudian tidak diungkapkannya untuk menghindari silang pendapat. Ketiga, sebenarnya tak peduli tetapi diungkapkanlah kepedulian palsu dengan argumen yang tidak serius sehingga terlihatlah ketidak peduliannya, yang bagi saya, model terakhir ini yang jadinya meresahkan.

Sikap tidak peduli akan terlihat jika ada yang memperhatikan. Orang tidak akan terlihat tidak peduli jika tidak ada yang memperhatikan. Jadi bisa dibilang, tidak akan keluar cap atau kata peduli atau tidak peduli, jika tidak ada yang menaruh perhatian. Tentu saja.. 

Di tengah hingar bingar kemudahan berkomunikasi, berekspresi dan berpendapat oleh peran teknologi dalam menciptakan media untuk menjalin jejaring sosial, maka tak dapat dipungkiri begitu banyak orang yang ingin diperhatikan atau setidaknya ingin menarik perhatian orang-orang yang ditujunya. Bisa saja dikatakan bahwa akun suatu media sosial menjadi hak pemiliknya sepenuhnya, jadi apapun yang diungkapkan atau diekspresikannya maka tak ada hak orang lain untuk menjadi tergugah. Lalu, bagaimana tidak menggugah orang lain jika apa yang diungkapkannya dapat diakses atau setidaknya bagi para pengintip dapat dilihatnya tanpa melakukan tindakan ilegal atau meretas data.

---

Memang menjadi banyak orang yang mudah berkata-kata, menunjukkan kreatifitas atau sekedar menunjukkan eksistensinya. Namun, banyak pula orang yang memilih untuk memperhatikannya saja. Bukan tidak peduli lho. Misalnya, dengan situasi kenegaraan saat ini. Peran media begitu besar dalam mengedukasi masyarakat mengenai hukum, sosial dan politik sehingga masyarakat menjadi tercerahkan dengan pemahaman dan menjadi ikut peduli. 

Dengan keadaan politik yang ada, masyarakat dituntun untuk memilih dan meyakini apa yang menurutnya terbaik untuk negri ini. Nah... dalam hal ini, lagi-lagi peran pemberitaan dan media sosial begitu besar mewarnai pola dalam memilih. Lalu sadar atau tidak sadar kita menjadi diseret dalam fanatisme politik tertentu, bahkan terlihat sangat ekstrim.

Mulanya saya berpikir bahwa fanatisme itu baik karena seseorang menjadi begitu khusuk menikmati apa yang diyakininya dan dapat menjadi simpatisan yang loyal serta membantu kampanye demi masa depan bangsa (saya bicara tentang kekhusukkan politik lho). Namun ketika fanatik ini dieskpresikan dengan sikap atau pernyataan yang negatif, maka lunturlah kebanggaan saya akan hal yang fanatik. Mengapa? karena bila seseorang begitu yakin bahwa dirinyalah yang paling benar dan menganggap orang lain tak berarti, salah atau tersesat, maka bumi bukanlah tempat yang cocok untuknya.

Seringkali fanatik menyiratkan anggapan bahwa ketika seseorang yang fanatik bertemu dengan fakta atau berita yang mendukung lawan, maka yang akan terungkap adalah haters gonna hate. Apapun fakta pihak lawan akan dijelek-jelekannya atau terekspresikan negatif. Hal yang baik di pihak lawan, maka tak akan diungkapkannya. 

--

Oke, itu tadi soal pilihan arah politik negara. Ternyata fanatik tidak hanya di ranah itu. Tentu yang paling umum adalah dalam hal agama. Kalau di lintas agama, fanatik sudah seperti prostitusi yaitu sudah berkembang sejak berabad-abad yang lalu. Namun, di dalam agama yang sama --yang kita ketahui dalam satu agama memiliki beragam aliran-- ternyata fanatik ditonjolkan begitu rupa. 

Islam yang fanatik akan syariat atau meyakini bahwa tiang agama berdiri dengan meyakini dan menegakkan syariat, dan menganggap inilah yang paling benar lalu akan memilih untuk berkumpul dengan komunitas yang memiliki motivasi yang sama. Di sisi lain, ada yang namanya Islam liberal, yang (setidaknya) meyakini bahwa pemahaman ajaran Quran dan Hadist perlu di telaah ke dalam konteks kekinian. Di dalam pemahamannya yang luas, menjadikan keyakinan orang-orang Islam liberal kian bertambah lalu menyeretnya menjadi (terlihat) bertentangan dengan Islam yang fanatik terhadap syariat. 

Pertentangan ini menjadi konflik ketika kedua model Islam tersebut tidak menyadari bahwa mereka harus sepakat untuk memahami perbedaan yang ada. Lalu repotnya, kedua Islam ini menjadi merasa yang paling benar dan menjadi sulit berdampingan di dalam perbedaan. Bagi saya tidak hanya yang berpegang pada syariat saja yang menjadi fanatik, pemikir Islam liberal pun menjadi fanatik akan keliberalannya. Semuanya menjadi terseret dan terjebak di dalam fanatisme apa pun bentuknya. 

Mari kita sebut, tanpa disadari kita (mungkin) merasa profesi kita yang paling baik. Meski berbangga hati itu sah-sah saja, namun kebanggaan kadang hanya dipisahkan oleh benang tipis oleh yang namanya keangkuhan. Misal, profesi dokter, pilot, pengacara, arsitek atau profesi lainnya, tak pantaslah semuanya menjadi fanatik akan profesinya dan mencemooh pekerjaan lain karena profesi itu tak kan ada tanpa pelengkap. Misalnya: dokter takkanlah berguna tanpa industri farmasi dimana ada seorang medical representative (medrep) yang kerap kali mengingatkan sang dokter untuk membantu menuliskan obat jualannya ke dalam resepnya hanya agar sang medrep tersebut dapat mencapai target penjualannya demi anak yang disekolahkannya.

---

Fanatik akan politik, agama, atau profesi atau apapun menjadi terlihat karena diekspresikan atau terekspresikan. Ekspresi dapat tertangkap oleh indrawi karena ada yang memperhatikan. Dengan adanya perhatian maka tampaklah sikap yang peduli atau tidak peduli. 

Untuk sedikit dan banyak hal, saya menjadi setuju dengan sikap moderat. Bukan karena tidak berpendirian atau tidak siap menerima perbedaan tetapi begitu banyak hal yang dipertimbangkan demi damainya bumi ini. Yah.. saya sepertinya masuk ke golongan orang-orang yang mencari aman atau lebih tepatnya berupaya mengamankan hati orang-orang yang tersayang di sekitar saya (yang terakhir ini adalah justifikasi agar hati saya damai saja.. hehe...). Eh.. barangkali ini keyakinan sesaat saja, besok atau lusa mungkin saja sudah berubah. Oh.. atau barangkali, saya malah menjadi moderat yang fanatik. Fiiuuuh.. Peace yo..!!

-Y-

Sabtu, 20 September 2014

Sia

My Sia
Miaow.. miaow.. miaoww
day one...
she laid down on the second floor
I just could put a milk and a water near her
didn't know what to do

Miaow.. miaow..miaoww
day two..
she moved a little, now she's near the condenser
she was looking for a warm place (I guess)
I only could see her body, no brave to touch

Miaow.. miaow.. miaoww
day three..
Gosh.. why she's still there
so limp and unhealthy
where's her mom

I decided to adopt her
tried to feed her
then I touched her for the first time
her face so cute, reassuring me

I put this little creature on a warm box with a gentle cloth
I gave this kitten a milk
at least now she has a mom
I and my husband love her
We gave her a milk, alternately

day four.. she was so weak
I rubbed her while feeding her
but her body was getting worse

day five.. i took her to the office
to make sure i could feed her anytime

in the afternoon,
when i rubbed her and trying to give her a milk
she took a long breath
then she passed away

yes.. it was so sad
in the evening i buried her
with my on hand

Sia was her name
eventhough just a moment we were together
but the memories are standing still
good bye Sia

-Y-

gentle and tender

..tulang makin terasa lemah, pelan-pelan merawatku.. dengan sabar kau ucapkan huruf demi huruf dan menuntunku memahami kata-katamu  semangat...