Rabu, 18 Januari 2023

Menyapa Tahun Baru

Pada kegagalan aku berkaca
aku perlu kaca 
oh ada apa dengan kaca
teringat kata Estelle* "Kalau aku tidak dapat melihat diriku sendiri aku mulai sangsi apa aku betul-betul ada."

Kudapati penolakan pertama di tahun ini
padahal, bulan pun belum berganti
masih di Januari

Tentu, kecewa menghampiri
mestinya aku sadari 
ini awal dari jalan yang mendaki
hanya perihal cara menyikapi

Ya tak perlu sedih berlarut
meski mendung belum surut
angin kan membelai keningmu yang mulai berkerut
tuk menggugahmu dari hangatnya selimut

Namanya hidup
isinya ya ada yang redup
ada pula yang manis seperti sirup
tak perlu menjadi kemelut
atau ikut tersulut
nikmati saja dengan sentuhan lembut

di setiap bentuknya

-Y-


*Sartre, J.P. 2020. Pintu Tertutup (versi Indonesia oleh Asrul Sani). Pustaka Jaya, edisi elektronik, halaman 24.

Kamis, 17 November 2022

Higher Ground (UB40)

[Hook]:

Every hour of every day I'm learning more
The more I learn, the less I know about before

The less I know, the more I want to look around
Digging deep for clues on higher ground

Moon and stars sit way up high
Earth and trees beneath them lie
The wind blows fragrant lullaby
To cool the night for you and I

On the wing the birds fly free
Leviathan tames angry sea
The flower waits for honeybee
The sunrise wakes new life in me

[Hook]
Every hour of every day I'm learning more
The more I learn, the less I know about before
The less I know, the more I want to look around
Digging deep for clues on higher ground

The fishes swim while rivers run
Through fields to feast my eyes upon
Intoxicated drinking from
The loving cup of burning sun

In dreams I'll crave familiar taste
Of whispered rain on weary face
Of kisses sweet and warm embrace
Another time, another place

[Hook]
Every hour of every day I'm learning more
The more I learn, the less I know about before
The less I know, the more I want to look around
Digging deep for clues on higher ground

Every hour of every day I'm learning more
The more I learn, the less I know about before
The less I know, the more I want to look around
Digging deep for clues on higher ground

Moon and stars sit way up high
Earth and trees beneath them lie
The wind blows fragrant lullaby
To cool the night for you and I

On the wing the birds fly free
Leviathan tames angry sea
The flower waits for honeybee
The sunrise wakes new life in me

[Hook]
Every hour of every day I'm learning more
The more I learn, the less I know about before
The less I know, the more I want to look around
Digging deep for clues on higher ground

The fishes swim while rivers run
Through fields to feast my eyes upon
Intoxicated drinking from
The loving cup of burning sun

In dreams I'll crave familiar taste
Of whispered rain on weary face
Of kisses sweet and warm embrace
Another time, another place

[Hook]
Every hour of every day I'm learning more
The more I learn, the less I know about before
The less I know, the more I want to look around
Digging deep for clues on higher ground


https://open.spotify.com/track/3mDoAC8R1miOQ6Ld1NkAYH?si=2400ba8fb6d9406b&nd=1

Source of lyric: https://genius.com/Ub40-higher-ground-lyrics

Sabtu, 22 Oktober 2022

Just overwhelm

what is happening to the world

everything seems to crumble down

people can't stand on their own feet

gravity pulls them apart

..

I am not talking physically

Selasa, 18 Oktober 2022

Menulis

Ayo menulis..

susah..

malas..

ngapain sih menulis..

ngomong lebih gampang..

atau joget aja..

nyanyi deh..

atau diem ajalah.. 

eh.. bengong lebih enak..


Menulis itu penting bagi kamu yang perlu menguraikan benang kusut di otakmu melalui kata-kata. Mungkin sumbernya tidak selalu kusut juga, tapi bisa membantu pelan-pelan mengurangi sumpek dari campur baur topik dan bahasan yang ada di kepalamu. Hasil tulisan ya bisa buat konsumsi sendiri, buat orang lain, atau terus kita bejek-bejek aja kalo abis nulis di kertas. hihi.. 

oh.. aku ingat, menulis juga bisa mengatasi kesepianmu. Kok bisa? iya, dengan menulis kamu seperti bicara dengan seseorang yang kamu ingin mereka tahu isi di kepalamu, tanpa harus kamu mendengar feedback dari mereka. Semacam monolog, atau khutbah sendiri gitu. hehe.. Jadi banyak ya manfaat menulis. 

Berat bener pagi-pagi bahas menulis? hehe... lanjut ajalah ya.. acak-acakan tak mengapa.

Katanya, untuk bisa menulis itu perlu pengalaman. Maksudnya pengalaman yang dialami supaya bisa mendeskripsikan yang dimaksud penulis, pengalaman ini bisa dari kejadian sehari-hari, membaca, menonton, eksperimen, apapun hasil dari persepsi kita ketika menangkap dan mengintepretasikan pengalaman indra kita. Dari sini, lalu pengalaman tadi dituangkan dalam kata-kata. Supaya bisa dibaca lagi, atau buat tujuan supaya orang lain ikut baca.

Ada juga yang hobinya ngomong terus, karena pengalamannya sudah banyak dan ingin berbagai pengalamannya. Apalagi di era digital gini, video ajalah lebih gampang, beres. Betul banget. Ini lebih mudah, tapi tidak semua orang bisa ngomong dengan baik dan ingin atau suka ngomong lho. Ada yang hobinya mendengarkan, menonton, atau menulis. Jadi menuangkan ide atau pengalaman dalam bentuk ngomong saja atau menulis, ini perkara suka, tuntutan, iseng, atau kombinasinya.  

Minggu, 02 Oktober 2022

Kembali ke Kantor

Senin, 3 Oktober 2022 adalah tanggal resmi peraturan dari kantor saya memberlakukan bekerja dari kantor (work from office - wfo). Kalau sebelumnya, modalities masih bekerja dari rumah (work from home-wfh) artinya karyawan boleh bekerja dari rumah atau boleh juga bekerja dari kantor, tapi harus pesan tempat dulu sebelum ke kantor karena pembatasan volume, dan tentu wajib pakai masker. Atau bisa dibilang hukumnya mubah kalau pakai salah satu kata pada hukum Islam, hehe.... 


Tadinya saya rindu sekali bekerja di kantor, menjadi normal seperti sebelumnya. Karena merasa sesuatu yang kurang dari wfh, seperti: merasa terisolasi, tidak ada sentuhan personal dengan klien dan kolega, bosan tentunya dengan keadaan meja kerja di rumah, badan mudah letih karena kebanyakan duduk saja, dunia hanya seluas rumah saya yang sempit, dan dunia terlihat segede dari gadget dan bacaan buku saja, tidak ada pengalaman nyata, serta tidak punya teman (hehe.. ini mah derita saya ya.. wkwkwk).  

Setelah lebih dari dua tahun, sejak 13 Maret 2020 hingga kini 2 Oktober 2022, saya bekerja dari rumah. Saya dan kolega kerja saya pun merasakan hal yang sama, yaitu sudah terbiasa dengan rapat melalui online, bekerja di rumah dengan jam yang tidak umum untuk jam kerja, melakukan serangkaian acara seminar dan pelatihan online. Semua terasa begitu praktis jika menilik dari sisi efisiensi upaya terkait transportasi, yang tidak perlu macet dengan waktu yang lama. Keadaan seperti itu, kantor itu tidak laku, tidak banyak yang ingin bekerja di kantor meskipun dibolehkan, karena kebanyakan sudah nyaman dapat bekerja dari rumah. Lagi juga hampir 40% pekerjaan saya adalah komunikasi dengan rekan-rekan global yang bisanya ya email atau online meeting. 

Sebenarnya ya selama ini saya tidak 100% banget wfh, karena tetap ada beberapa agenda online meeting dan event dengan klien dan kolega di sini, bahkan sampai meeting global saja di Vietnam. hehe... , tapi tetap saya merasa sudah terbiasa dengan konsep bekerja dari rumah ini. Apalagi saat ini saya bekerja dan kuliah. huhu.. membantu sekali bekerja dari rumah ini. Tapi kan harus move on ya, gimana dong..

Apa yang perlu disiapkan?

Seperti saat new normal versi awal (saya tulis keadaan ini di tulisan sebelumnya), semua perlu persiapan. Bedanya saat pandemi itu, menghadapi new normal adalah sebuah kewajiban, bukan pilihan! Sedangkan saat ini, sepertinya wfo masih bisa kompromi dengan manajemen kalau ingin bekerja dari rumah beberapa waktu. Saya sebagai konsultan, sebenarnya tidak wajib juga wfo setiap hari. Tapi kan ini mindset ya, kebiasaan wfh.

Saya yakin perlu waktu untuk menata kembali proses gaya bekerja ini supaya saya tetap nyaman. Ya sudah, bismillah saja dengan tekad sehat dan bahagia serta makmur jaya. hehe... Harus pandai atur waktu dan disiplin dengan perencanaan. Jadi direncanain dulu agendanya, lalu eksekusi dengan disiplin. Itu sih niatnya. hehe.. 

Yang ada di-angan kamu apa dengan wfo nanti?

Bayangan enak saja ya.. Saya bisa melihat beragam emosi dan kondisi fisik ragam manusia dengan riil. Saya bisa merasakan lagi ikatan personal dengan kolega dan klien. Bisa makan siang dengan obrolan receh atau berat dengan orang lain. Ada peluang dapat menjalin network dengan baik. Harusnya masih banyak lagi sih yang baik-baik.. tapi ini kenapa mentok. 

Sudah sana.. kembali ke jurnal.😤

-Y-

Minggu, 28 Agustus 2022

I Hate My Husband!

Saya yakin kalau orang baca judul tulisan ini biasanya bisa jadi marahin saya. Kok bisa-bisanya suami sendiri dibenci, harusnya ya love terus gitu. Hehe.. ya ndak tau ya. Kalau udah benci ya benci aja gitu. 

Memang tidak boleh ya dalam rumah tangga kalau istri benci suami? padahal keliatannya suami ya kok lempeng aja sifatnya dan kelakuannya. Tapi saya-nya yang senewen sendiri. Karena hal sepele banget buat suami, tapi buat saya jadi besar. Misal meletakkan barang sembarang, duh kayak gini gampang distract emosi saya yang tadinya adem ayem. Maunya tidak menyalahkan PMS, sebab kalau disadari saat tidak PMS pun saya mudah marah sama suami. Marah tidak berarti benci sih. Tapi bisa terjadi saat tidak marah tapi keluar rasa benci. 

Aku benci suami karena ... 

Banyak alasan istri membenci suami yang secara umum, antara lain: suami tidak perhatian, suami males, suami tidak bertanggung jawab, suami kasar, suami menyakiti fisik atau mental, suami egois dan tidak bisa jadi teman baik lagi, suami sibuk sendiri dan tidak terbuka, kita sedang merasa bosan, kurang kencan, suami tidak kompak, luntur kesenangan bersama, suami tidak bisa diajak kompromi lagi. Kita bicara benci di sini dalam konteks rumah tangga normal ya, bukan karena ada perempuan atau lelaki lain. 

Tapii.. benci yang saya rasakan itu bukan karena alasan di atas itu semua. Kalau dipikir-pikir semuanya itu baik-baik saja. Pertanyaannya, memang kenapa kamu benci suamimu? kalau ditanya begitu sebenarnya ya jawabannya sederhana, saya sadari biasanya kalau saya marah karena sesuatu hal yang tidak saya inginkan dari kenyataan yang terjadi. Misal, saat weekend saya maunya malas saja di rumah, tapi suami tetap energik ngajak buat nongkrong di warkop (a.k.a berlaptop). Tapi bisa jadi sebaliknya, saat weekend saya sedang ada kerjaan dan perlu duduk di laptop, tapi suami maunya di rumah saja, ya sudah di rumah saja saya kerja, tapi terus suami tidur karena mau istirahat, haha.. kayak gini saja saya jadi ngiri, maunya tidur juga. Egois ya namanya. 

Terkadang benci ke suami itu timbul karena sebenarnya ada beban di pikiran saya sendiri, baik itu karena pekerjaan atau overthinking hal-hal sepele, yang membuat saya kalau memindahkan beban itu dengan mengeluarkan rasa benci kepada suami sebagai pelampiasan, maka bisa lebih ringan beban pikiran saya. Padahal mah itu akibat ribet dengan pikiran sendiri. haha..

Banyak alasan yang bisa dibuat untuk semakin membenci suami. Padahal, suami kan bukan orang yang sempurna. Mestinya ya saya bercermin juga ya. Saya tidak tahu deh kalau para suami tuh sering muncul rasa benci sama istri ndak ya?? jangan-jangan sama.. aaahh tidaaak.

Sebenarnya, masih bisa merenung dan menyadari hal yang terjadi lalu berpikir penyebabnya itu sudah bagus lho. haha.. ini namanya instrospeksi. Maksudnya supaya tidak larut dalam kebencian begitu. 

Lalu harus bagaimana .. 

Kalau sudah entah ini disebut puncak atau tidak, saya kemudian browsing, apakah perasaan ini wajar? lalu dari google banyaklah muncul artikel yang membahas.. haha.. semakin pusing. Tapi paling tidak saya jadi merasa, I am not alone. haha.. yang tentu saya akan pilah artikel yang mendukung saya jadi lebih produktif dan tentu dapat meredam atau melunturkan rasa benci itu.

Caranya gimana dong..

Pertama di bagian atas tadi itu, introspeksi adalah kunci. Jadi, menyadari apa yang sedang dirasakan, lalu mencoba memahami apa yang sedang terjadi akan lebih mudah menuju langkah selanjutnya.

Kedua, jika suami yang salah, maka maafkan kesalahan kecil atau besar yang sebenarnya sumbernya dari dirimu karena antara lain akibat dari standar kebersihan atau kerapihanmu yang terlalu tinggi! kalau kesalahannya jelas dari suami ya sebaiknya dibicarakan. Agar selesai masalahnya. 

duck face yanuaryani.blogspot.com
Ketiga, mari berdamai dengan dirimu sendiri, bahwa rasa benci itu muncul dari pikiranmu. So.. mari sibukkan dengan pikiran lain, baca buku, alihkan ke hobi, atau kerjain tugas kantor atau kampus. haha.. banyak kerjaan tapi please don't act seolah-olah bos tajir. 

Keempat, suami itu tidak sempurna, seperti dirimulah. Jadi, mari belajar menerima ketidaksempurnaan. Be nice, be wise, be sincere. Namaste. 

Kelima, this one always works for me: pandanglah suami dengan tatapan mata memicing dan penuh kebencian, pastikan suami melihat kita, lalu bilang: I hate you (in audible). Kemudian suami akan membalas: I love you (in audible also) lalu monyong, jadi mulut suami membentuk duck face.  Dengan begini, niscaya saya akan langsung tersenyum. Terima kasih cinta.

- resentment ends-

- Y - 

Kamis, 18 Agustus 2022

Oh

Hari begini, semua merasa harus tau segalanya
zaman segini, orang dituntut paham tentang semuanya

Padahal kan kita cuma manusia
yang terbatas banget tau tentang dunia
sementar, banyak orang yang merasa paling tau tentang luar dunia..
yang gaib.. wih.. sakti..

Hidup ga bisa santai
teknologi udah kaya dewa
padahal ya orang juga yang bikin dia sempurna
lepas dari teknologi
manusia jadi kopong

Ucapan inginnya di copy paste aja biar gampang
Info yang masuk ke otak kebanyakan printilannya dibandingkan ilmu penting 
pengetahuan ga selalu yang bagus yang masuk
penuh pikirannya
mau meledak

Terus ga tau harus apa.. hanyut lagi dalam gawai..
ngegoler.. nyari entah apa yang ingin dicari di antara berita-berita.. cerita-cerita.. foto-foto.. video-video.. jurnal-jurnal.. oh

-Y-


gentle and tender

..tulang makin terasa lemah, pelan-pelan merawatku.. dengan sabar kau ucapkan huruf demi huruf dan menuntunku memahami kata-katamu  semangat...